Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons sikap sebagian pedagang di Pasar Hewan Barito yang tak mau direlokasi. Sementara, Pemprov DKI akan mulai membangun taman di lokasi tersebut dalam waktu dekat.

Menurut Pramono, pembangunan Taman Bendera Pusaka yang menyambungkan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser ini tak boleh terganggu hanya karena masih ada pedagang yang bertahan di pasar yang bersinggungan dengan taman tersebut.

"Walaupun kemudian masih ada pedagang yang belum ingin untuk pindah. Tentunya tidak boleh menghambat rencana pembangunan yang ada. Saya konsekuen untuk itu. Karena ini bukan untuk kepentingan pribadi, kepentingan Balai Kota," kata Pramono di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Agustus.

Pramono mengklaim, para pedagang Pasar Barito sudah menandatangani surat kesediaan untuk direlokasi ke lokasi sementara (loksem). Sehingga, Pemprov DKI masih terus menegosiasi perpindahan para pedagang.

"Sebenarnya pedagangnya semuanya sudah tanda tangan. Sudah bersedia untuk dipindahkan. Tapi yaudahlah ini kan tetap enggak boleh kemudian pembangunannya terhenti. Tapi saya selalu mengatakan bahwa proses negosiasi itu tetap jalan," ucap dia.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengaku sampai saat ini masih ada sekitar 50 pedagang Pasar Hewan Barito yang bertahan di lapak mereka dan belum bersedia direlokasi.

"Pedagang yang masih bertahan ada sekitar 50 lebih dari total 118. Yang sudah kosong sekitar 29 kios," kata Anwar di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 6 Agustus.

Sementara itu, Pemprov DKI akan mulai melakukan groundbreaking pembangunan Taman Bendera Pusaka yang menyambungkan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebagai pejabat yang diberi tanggung jawab oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk melakukan relokasi, Anwar mengaku pihaknya masih melakukan pendekatan secara persuasif agar pedagang akhirnya bersedia pindah.

"Kita persuasif lah. Pak Gubernur mau mendekatannya baik-baik, enggak usah pakai cara-cara yang represif," ucap Anwar.

Lagipula, saat groundbreaking dimulai, Anwar menegaskan lokasi seremoni dan awal pembangunan belum bersinggungan secara langsung dengan lapak pedagang Pasar Barito.

"Kalau pedagang nanti tetap ada, kan kita groundbreaking enggak mengganggu lingkungannya. Groundbreaking sebelah mana, pedagang sebelah mana. Enggak masalah," tuturnya.