JAKARTA - Politisi senior Partai Golkar Nurdin Halid, menyebut isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang menerpa partainya baru-baru ini harus diwaspadai seluruh kader beringin.
Sebab menurutnya, isu ini sengaja dimunculkan pihak-pihak yang ingin merusak soliditas dan reputasi Partai Golkar untuk kepentingan tertentu.
"Ini harus diwaspadai. Karena ada juga orang-orang yang memang punya agenda ingin merusak kesolidan Golkar. Gerakan seperti ini tentu sangat berbahaya bagi partai," ujar Nurdin Halid dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa, 5 Agustus.
Nurdin juga mengingatkan bahwa upaya provokasi yang tidak berdasar, apalagi berkaitan dengan institusi politik strategis seperti Golkar bisa berujung pada konsekuensi serius.
"Hati-hati, jangan sampai niat jahat justru berbalik merugikan diri sendiri. Golkar tidak akan membiarkan upaya pelemahan ini terus berlanjut," lanjut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu.
Nurdin menegaskan bahwa isu Munaslub Golkar hanya kabar bohong atau hoaks. Sebab kata dia, tidak ada alasan partai berlambang beringin ini menggelar Munaslub untuk mengganti ketua umum.
"Isu Munaslub itu dikembangkan oleh orang-orang frustasi yang mencoba kasak-kusuk untuk meraih kekuasaan," tegas Nurdin.
Sebelumnya, isu Munaslub ini sudah dijawab Ketum Bahlil Lahadalia. Bahlil membantah isu yang disebut tidak jelas sumbernya itu.
"Inilah, masak, mau dipercaya berita yang nggak ada sumbernya, piye toh (gimana sih)," kata Bahlil usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu, 3 Agustus.
Sementara Ketua DPP Golkar Nusron Wahid menegaskan sampai saat ini tidak ada pembicaraan mengenai munaslub di Golkar maupun di lingkungan Istana. Nusron sebelumnya digadang-gadang menjadi calon Ketum menggantikan Bahlil.
BACA JUGA:
"Pertama, saya tidak tahu-menahu tentang isu tersebut. Yang kedua, sampai hari ini tidak pernah ada pembicaraan di lingkungan Istana kepada saya atau pun kepada pihak-pihak lain di lingkungan Partai Golkar yang membicarakan tentang Munaslub," kata Nusron dalam acara Musda yang sama dengan Bahlil.