Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan evaluasi menyeluruh penyebab anjloknya Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Subang, Jawa Barat yang terjadi pada Jumat 1 Agustus.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa penanganan sesudah insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek tidak hanya berfokus pada pemulihan teknis. “Kami akan evaluasi secara menyeluruh,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu, 3 Agustus.

Dudy menilai insiden tersebut menjadi pengingat penting bahwa sistem perkeretaapian nasional harus terus ditingkatkan secara proaktif dan berkelanjutan.

“Pemerintah akan memperkuat sistem deteksi dini dan meningkatkan standar pemeliharaan prasarana perkeretaapian,” ujarnya.

Dudy menjelaskan tim audit independen juga akan segera dibentuk untuk mengevaluasi penyebab anjloknya KA Argo Bromo Anggrek.

“Kementerian Perhubungan akan membentuk tim audit independen guna mengevaluasi penyebab anjloknya Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Jumat, di Subang, Jawa Barat,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan anjloknya KA tersebut berdampak pada 80 perjalanan KA yang dibatalkan untuk periode keberangkatan 1 hingga Agustus 2025. Serta, 42 perjalanan lainnya yang dialihkan memutar via Purwokerto-Kroya-Bandung.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa insiden ini berdampak besar terhadap rencana perjalanan banyak pelanggan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran serta pengertian yang telah diberikan,” kata Didiek dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu, 3 Agustus.

Didiek mengatakan pihaknya telah menerjunkan lebih dari 200 personel teknis dan tim manajemen untuk melakukan evakuasi, perbaikan jalur, serta rekayasa pola operasi guna meminimalkan dampak bagi pelanggan.

Setelah insiden terjadi sekitar pukul 15.47 WIB pada Jumat 1 Agustus 2025, sambung Didiek, evakuasi segera dilakukan dan rampung pukul 07.00 WIB pada Sabtu, 2 Agustus. Kemudian dilanjutkan dengan perbaikan jalur dan pukul 10.57 WIB sudah bisa kembali dilewati.

Didiek menyatakan setelah perbaikan, jalur pertama kali dilewati oleh KA Argo Lawu dengan kecepatan terbatas yakni hanya 20 km per jam. Namun, per hari ini kecepatan bertambah menjadi 60 km per jam.

“Kami terus mengupayakan normalisasi agar lintas tersebut kembali ke kecepatan normal ke 120 km per jam, tentu saja mengutamakan aspek keselamatan. Jadi sekali lagi kami meminta maaf atas terjadinya kendala ini,” katanya.

Didiek menyebut layanan kereta api juga sudah menunjukkan tren pemulihan per hari ini, total 72 perjalanan KA dari arah timur menuju Jakarta, sebanyak 65 KA tiba tepat waktu, dan 7 KA mengalami keterlambatan.

“Kami terus berupaya memperbaiki seluruh aspek layanan, termasuk dalam penanganan kondisi krisis seperti ini,” ujar Didiek.