JAKARTA - Dirut PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Didiek Hartantyo mengatakan penyebab anjloknya kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jawa Barat, belum diketahui. Saat ini, investigasi masih berjalan.
Didiek mengatakan investigasi tersebut dijalankan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami mohon maaf penyebabnya sedang diinvestigasi oleh Kementerian Perhubungan, DJKA, bersama dengan KNKT. Kita tunggu, ya, sampai beberapa hari yang nanti,” tuturnya ditemui di Gambir, Jakarta, Minggu, 3 Agustus.
Sekadar informasi, KA Argo Bromo Anggrek anjlok di emplasemen Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jawa Barat pada Jumat, 1 Agustus. Evakuasi sarana kereta pun segera dilakukan mulai pukul 23:50 WIB dan selesai pukul 07:07 WIB pada Sabtu, 2 Agustus.
Setelah evakuasi sarana selesai, KAI melakukan perbaikan prasarana untuk memastikan kelancaran perjalanan kereta api selanjutnya. Jalur yang terdampak sudah kembali dapat digunakan sejak pukul 10.57 WIB pada Sabtu 2 Agustus dan dilewati pertama kali oleh KA Argo Lawu dengan kecepatan terbatas.
“Hari ini pun masih ada pembetasan cepatan sampai dengan 60 km per jam. Kami terus mengupayakan normalisasi agar lintas tersebut kembali ke kecepatan normal, ke 120 km per jam,” tuturnya.
BACA JUGA:
Didiek bilang anjloknya KA Argo Bromo Anggrek ini membuat 80 perjalanan kereta dibatalkan dan 42 perjalanan dilanjutkan dengan pola operasi memutar.
“Akibat insiden ini, total 80 perjalanan kereta terpaksa dibatalkan dan 42 perjalanan lainnya dialihkan melalui jalur memutar via Purwokerto-Kroya-Bandung,” ucapnya.
Didiek memastikan KAI memberikan pengembalian dana penuh atau 100 persen bagi pelanggan yang melakukan pembatalan tiket akibat gangguan ini.
“Pengajuan refund dapat dilakukan di stasiun hingga 7x24 jam setelah jadwal keberangkatan. Selain itu, KAI juga menyediakan kompensasi berupa service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan signifikan,” ujarnya.
Sekadar informasi, insiden anjloknya kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jawa Barat, terjadi pada tanggal 1 Agustus. Evakuasi selesai pada 10.57 WIB, dan jalur terdampak sudah kembali dapat digunakan.
VP Public Relations KAI Anne Purba mengatakan setelah insiden tersebut, semua penumpang berhasil dievakuasi dengan aman oleh petugas yang bertugas di lapangan.
Lebih lanjut, Anne bilang, pihaknya memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama kami, dan segera melakukan tindakan untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut.
“Kami juga menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, KAI akan melakukan upaya rekayasa pola operasi memastikan perjalanan kereta lainnya tetap terlayani,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat, 1 Agustus.