Bagikan:

JAKARTA – Pengamat sosial UI, Rissalwan Handy Lubis menganggap fenomena pengibaran bendera One Piece oleh sebagian masyarakat masih tergolong wajar dan bukan bentuk separatisme, melainkan hanya ekspresi kritik terhadap pemerintah.

“Iya ini emang sedang ramai ya, tapi saya melihat satu hal yang wajar dalam dinamika bernegara dan sah-sah saja terjadi dalam negara demokratis,” tuturnya, Minggu 3 Agustus 2025.

Dia menilai, pengibaran bendera One Piece ini merupakan simbol dari kekecewaan sejumlah kelompok terhadap kondisi bangsa saat ini, sekaligus cerminan keresahan publik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dilihat tidak berpihak pada masyarakat kecil.

“Kebijakan-kebijakan banyak yang semakin absurd, jadi adalah katakan pemikiran-pemikiran perlawanan untuk menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dengan negeri ini. Inikan masalah momentum ketika menjelang 17 Agustus kemudian ada sekelompok orang, bisa kita sebut anak muda, bisa juga oposisi, bisa juga kelompok-kelompok lain di luar penguasa yang merasa kita belum merdeka sebenarnya, masih merasa dijajah, tapi penjajahan oleh bangsa sendiri,” terang Rissalwan.

Karena itu, dia menyayangkan reaksi pemerintah yang dianggap berlebihan. Salah satunya pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan yang menyebut gerakan tersebut merupakan bentuk provokasi yang dapat menurunkan kewibawaan dan derajat bendera merah putih.

“Sekali lagi harus dipahami ini bukan bersifat separatisme, ini kritik terhadap pemerintah. Jadi saya kira reaksi berlebihan dari Menko Polkam itu juga tidak perlu ya, ada pidana dan lain-lain, itu suatu hal yang konyol,” tukasnya.

Rissalwan mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kritik halus yang seharusnya dijawab dengan kebijakan konkret, bukan kecurigaan berlebihan. “Santai saja, cukup ditanggapi dengan bijak, ditanggapi dengan perbaikan-perbaikan. Jadi jangan langsung skeptis ya. Ada orang menyampaikan kritik, ini kritiknya halus ya, gak melalui demo atau apa,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan merespon soal beredarnya narasi pengibaran bendera One Piece jelang HUT ke-80 RI. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk provokasi yang dapat menurunkan kewibawaan dan derajat bendera merah putih.