Bagikan:

JAKARTA - Peristiwa kebakaran di JS 29 Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin 28 Juli 2025, disebut yang paling besar.

"Sudah ketiga kali kebakaran. Sama yang pertama (kebakaran), parahnya ini. Yang pertama habis. Kedua hanya tengah saja, atas situ. Ketiga kayak begini lagi (lebih parah)," ujar Aspar, salah satu pedagang sepatu kepada VOI, Selasa, 29 Juli 2025.

Pria yang sudah berjualan sepatu sejak tahun 1990 itu menyebut, kebakaran dengan dampak terparah terjadi pada tahun 2025 ini.

"(kebakaran) Pertama tahun 2000. Kebakaran kedua tahun 2010 atau 2012, sudah lupa. Yang terakhir ketiga 2025 ini," kenang pedagang di kios Blok G tersebut.

Aspar menyebutkan, kiosnya hangus terbakar berikut sejumlah barang jualannya.

"Ini mah musibah saja. Kerugian engga tahu (belum merinci total kerugian), (barang) tidak ada yang diasuransikan," ujarnya.

Aspar menyatakan, kebakaran di Pasar Taman Puring bukan kali pertama terjadi. Sejak kebakaran pertama, pedagang diperbolehkan membangun kembali tempat usahanya di lokasi yang sama.

"(awal kebakaran) Boleh dibangun lagi, pas masih Pak Sutiyoso masih Gubernur (DKI Jakarta). Kalau ini, kalau saya lihat di Tv kata Pak Pramono Anung (Gubernur DKI) katanya bisa lagi (dibangun)," katanya.

Alasan Aspar dapat kembali berjualan di lokasi yang sama, karena Pasar Taman Puring sudah banyak dikenal oleh masyarakat Jabodetabek.

"Iya betul (biar bisa dagang di sini lagi). Harapannya biar boleh dibangun lagi," ujarnya.

Sementara menurut Mirza (35), selain dirinya, sejumlah pedagang lainnya juga tak dapat menyelamatkan barang dagangannya.

Pasalnya, sebagian pedagang ada yang menaruh barangnya di kios dan di gudang atau dirumahnya masing-masing sebelum terjadi kebakaran.

Namun ada pula pedagang yang menaruh seluruh barangnya di kios, sehingga saat terjadi kebakaran mengalami kerugian yang cukup banyak.

"Cuma ada sebagian teman-teman memang semuanya langsung di sini, itu yang parah banget kerugiannya. Mana sepatu original semua, kerugian bisa mencapai Rp1 miliar," tambahnya.