Bagikan:

JAKARTA - Politikus sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng mengaku lebih setuju jika kepala daerah dipilih oleh DPRD dibanding melalui Pilkada langsung oleh rakyat. Sebab menurutnya, kepala daerah terpilih lebih jelas memiliki kualitas dan kapasitas daripada yang mencalonkan diri hanya dengan faktor banyak pendukung. 

"Ini bukan keputusan Golkar ya, ini pendapat pribadi saya. Saya lebih suka dipilih oleh DPRD. Karena terus terang dengan dipilih langsung oleh rakyat juga tidak membuat daerah-daerah tambah maju," ujar Mekeng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 29 Juli. 

"Faktanya banyak daerah yang mengandalkan hidupnya dari pusat. Kreativitas dari pimpinan yang dipilih oleh rakyat nggak ada. Setelah dia duduk malah pusing mikir gimana cari uang," sambungnya. 

Sehingga menurut Mekeng, lebih baik pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD seperti era pemerintahan Presiden Soeharto. Ia menilai, pilkada ini juga akan meminimalisir praktik politik uang. 

"Jadi menurut saya lebih bagus dari zaman dulu, zaman Pak Harto. Kalau DPRD pilih, dipilih orang yang udah bener bener. Nggak asal orang yang punya duit, terus bisa jadi bupati, jadi gubernur. Tapi orang-orang yang punya kualitas, kemampuan pemimpinnya, integritasnya segala macam," kata anggota Komisi XI DPR itu. 

Selain itu, menurut Mekeng, pemilihan kepala daerah oleh DPRD juga tidak terlalu berat ongkosnya. Berbeda jika Pilkada langsung dipilih rakyat. 

"Itu ongkosnya kemahalan. Bukan kita bayar rakyat, tapi ngumpulin masyarakat itu kan juga ongkosnya besar. Sementara gaji mereka kecil. Nah itu peluang orang untuk mikirin ini gimana balikin uang," jelas Mekeng. 

Mekeng menilai partai politik dan DPR pasti akan duduk bersama membahas soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan pemilu nasional dan daerah. 

"Nah itu nanti bisa diomongin. Karena ini ada yang pemilu pusat sama pemilu daerahnya kan terpisah, yang harus dipikirin. Tapi kalau secara mekanisme saya lebih suka pilih sama DPRD aja," pungkasnya.