JAKARTA - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 447 haji Indonesia wafat di tanah suci sepanjang pelaksanaan ibadah Haji 1446 H/2025 M.
Meski jumlahnya tergolong tinggi, angka tersebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencatat 461 orang wafat. Selain itu, Kemenag juga melaporkan masih ada 25 haji yang dirawat di Arab Saudi dan tiga orang dinyatakan hilang hingga saat ini.
“Mereka semua akan terus mendapat pendampingan dari Kantor Urusan Haji KBRI di Jeddah,” ujar Dirjen PHU Hilman Latief, dalam rapat kerja nasional evaluasi penyelenggaraan ibadah Haji 2025 di Atria Hotel Gading Serpong, Selasa 29 Juli.
Terkait tiga calon haji yang masih hilang, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan hilangnya jemaah haji bukan hal baru. Umumnya, mereka merupakan lansia yang mengalami demensia, yakni penurunan fungsi kognitif yang menyebabkan lupa terhadap identitas diri maupun keluarga.
BACA JUGA:
"Mereka ini tidak ingat namanya sendiri, tidak ingat keluarganya. Namun, mereka secara fisik masih bisa berjalan," ungkapnya.
Nasaruddin memastikan pemerintah akan terus berupaya mencari jemaah yang hilang hingga ditemukan.