JAKARTA - Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat menyebut pusat penahanan migran layak, saat sebuah laporan menyebutkan migran yang ditahan mengalami perlakukan tidak manusiawi dan fasilitas penahanan yang tidak layak.
Lembaga pengawas internasional dalam laporan pada Hari Senin menyebutkan, para migran di pusat penahanan di Florida dipaksa makan "seperti anjing", dengan tangan terikat di belakang punggung.
Human Rights Watch, yang mengumpulkan kesaksian dari para tahanan, kerabat, dan pengacara, mendokumentasikan dugaan pelanggaran di tiga pusat penahanan di Florida selatan, mengatakan orang-orang menjadi sasaran perlakuan yang merendahkan martabat, kurangnya perawatan medis, dan kepadatan penghuni.
Mantan tahanan Harpinder Chauhan (56), pengusaha Inggris dan ayah dua anak, menceritakan insiden pada Bulan April di mana puluhan pria tidak diberi makan selama berjam-jam. Mereka diduga dijejalkan ke dalam satu sel dengan kaki dibelenggu dan tangan terikat di belakang punggung.
Makanan akhirnya diberikan kepada mereka di atas kursi, tetapi mereka tetap ditahan, kenang Chauhan, yang menurut Human Rights Watch ditahan oleh Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) karena masalah pajaknya.
"Kami harus membungkuk dan makan dari kursi dengan mulut kami, seperti anjing," kata Chauhan yang belakangan dideportasi kembali ke Inggris, melansir The National 23 Juli.
Menurut Human Rights Watch, Chauhan telah tinggal di AS sejak 2016 dan pertama kali memasuki negara itu dengan visa investor E-2. Petugas ICE menahannya pada 11 Februari setelah ia mengalami masalah pajak.
Ia dan mantan tahanan lainnya menggambarkan pusat-pusat penahanan yang kotor dan penuh sesak di mana para migran diperlakukan dengan buruk.
Seorang perempuan bercerita tentang pengalamannya ditahan di Pusat Pemrosesan Layanan Krome North, yang biasanya diperuntukkan bagi pria di Florida Selatan.
"Hanya ada satu toilet, dan penuh kotoran," katanya.
"Kami memohon kepada petugas untuk membersihkannya, tetapi mereka hanya berkata dengan nada sarkastis, 'Petugas kebersihan akan segera datang.' Tidak ada yang datang."
Pria lain mengatakan pusat penerimaan tempat ia ditahan sangat dingin. "Mereka menyalakan AC. Anda tidak bisa tidur karena sangat dingin. Saya pikir saya akan mengalami hipotermia," katanya.
Sementara itu, Asisten Sekretaris Urusan Publik ICE Tricia McLaughlin menyebut tuduhan dalam laporan tersebut sebagai "kebohongan".
"Klaim apa pun yang menyatakan adanya kondisi subprime di pusat-pusat penahanan ICE adalah salah," ujarnya kepada The National.
BACA JUGA:
"Semua tahanan diberikan makanan yang layak, perawatan medis, dan kesempatan untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga dan pengacara mereka," jelas McLaughlin
Diketahui, sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat, jumlah orang yang ditahan oleh ICE telah meningkat drastis seiring dengan upayanya yang terus menindak imigrasi ilegal.
Hingga akhir bulan lalu, rata-rata 56.000 orang ditahan di pusat penahanan imigrasi per hari, meningkat 40 persen dari periode yang sama tahun lalu, merupakan angka tertinggi dalam sejarah Negeri Paman Sam.