Bagikan:

YOGYAKARTA – Kapal tongkang adalah salah satu jenis kapal pengangkut serba guna. Kapal ini banyak ditemui di Indonesia untuk mengangkut berbagai jenis muatan. Biasanya tongkang akan ditarik oleh kapal lain menggunakan tali. Artikel ini akan menjelaskan pengertian kapal tongkang, konstruksi, hingga jenisnya.

Mengenal Kapal Tongkang

Dalam Jurnal Teknik Perkapalan dijelaskan bahwa kapal tongkang adalah jenis kapal yang memiliki karakteristik lambung datar atau kotak ukuran besar. Kapal ini dikenal juga dengan sebutan Deck Cargo Barge. Fungsi kapal ini adalah sebagai pengakut atau sebagai dermaga apung.

Tongkang memang didesain sebagai kendaraan angkut material berat. Beberapa material yang bisa diangkut misalnya pasir, kayu, hasil tambang batubara, atau material konstuksi. Ukuran badan tongkang yang lebar memudahkan proses loading bahan muatan.

Perlu diketahui bahwa tongkang biasanya digunakan di perairan yang dangkal. Selain itu kapal pengangkut ini tidak memiliki mesin sendiri sehingga harus ditarik menggunakan kapal lain dengan tali khusus. Kapal penarik tongkang biasanya menggunakan tugboat atau kapal kapal penarik atau disebut kapal tunda.

Konstruksi Kapal Tongkang

Tongkang atau barge sangat mudah dikenali. Pasalnya kendaraan tersebut memiliki bentuk body hampir kotak sempurna. Selain itu tongkang adalah kapal tidak berawak karena membutuhkan kapal penarik.

Konstruksi kapal tongkang biasanya menerapkan sistem konstruksi membujur (Longitudinal Framing) dari haluan ke buritan. Sistem tersebut diterapkan dengan menempatkan rangka utama searah panjang kapal. Hal itu dilakukan untuk memberi kekuatan terhadap gaya yang bekerja di sepanjang panjang kapal.

Namun ada pula yang menggunakan konstruksi membujur dan melintang (kombinasi). Konstruksi disesuaikan dengan ukuran hingga jenis muatan.

Jenis Kapal Tongkang

Kapal tongkang memiliki beberapa jenis berdasarkan fungsi dan barang muatannya. Berikut ini beberapa jenis kapal tongkang yang umum digunakan.

  1. Barrack Barge (Rumah Kapal)

Tongkang dapat digunakan sebagai tempat tinggal. Biasanya barrack barge banyak ditemui di beberapa negara seperti India Utara (Kashmir), Kamboja, Laos, Kanada, dan Australia. Pemanfaatan tongkang sebagai rumah tinggal dilakukan di beberapa wilayah untuk mengatasi masalah rumah tinggal.

  1. Dry Bulk Cargo Barge

Jenis tongkang ini digunakan untuk mengangkut muatan curah kering. Contoh muatan tersebut adalah batu bara, makanan, biji-bijian organik, dan masih banyak lagi. Tongkang jenis ini dilengkapi dengan crane untuk memudahkan proses bongkat muat.

  1. Liquid Cargo Barge

Tongkang juga dapat digunakan untuk mengangkut benda cair seperti pupuk, bahan kimia, minyak atau benda lainnya. Biasanya tongkang ini dibutuhkan untuk mengangkut barang cair menuju pabrik pengolahan. Liquid cargo barge juga dilengkapi dengan pompa canggih serta mesin kontrol suhu ruangan sehingga kualitas muatan dan keamanan tetap terjaga

  1. Car-Float Barge

Kereta atau mobil juga didistribusikan dengan tongkang khusus. Biasanya muatan yang diangkut adalah kereta rel atau kereta portabel. Biasanya jenis tongkang ini dipakai di beberapa negara bagian AS.

  1. Split Hopper Barge

Pengangkutan maaterial hasil kerukan seperti pasir atau tanah akan diangkut dengan split hopper barge. Jenis tongkang ini dilengkapi dengan motor hidrolik dan unit silinder agar proses bongkar muatnya lebih mudah.

  1. Power Barge

Tongkang ini diandalkan untuk mengangkut pembangkit listrik ke proyek atau daerah yang memiliki masalah kelistrikan. Menariknya, tongkang jenis ini disertai dengan pembangkit listrik di deknya.

Itulah informasi terkait kapal tongkang. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.