JAKARTA - Produsen mobil mewah Jerman, BMW, sebelumnya menghindari komitmen terhadap CarKey Ultra dari Apple. Kini, mereka secara resmi mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengadopsi CarPlay Ultra.
BMW termasuk salah satu produsen pertama yang mengadopsi sistem CarKey Apple untuk membuka kunci mobil menggunakan iPhone sejak tahun 2020. Mereka juga cepat mengadopsi CarPlay, meskipun awalnya menawarkannya sebagai layanan berlangganan sebelum akhirnya menghapus biaya tersebut setelah mendengar keluhan pelanggan.
Namun, untuk CarPlay Ultra, BMW tidak langsung mendukungnya dan juga tidak secara tegas menolak—hingga kini. Dalam pernyataan yang dilaporkan oleh BMW Blog, juru bicara BMW menyatakan, "BMW saat ini tidak memiliki rencana untuk mengintegrasikan Apple CarPlay Ultra."
Meski pernyataan ini belum sepenuhnya menutup kemungkinan, tampaknya BMW telah memutuskan untuk tidak mendukungnya. Apple telah mempromosikan CarPlay Ultra sejak memperkenalkannya secara singkat pada Juni 2022.
Menurut BMW Blog, BMW awalnya tercatat sebagai mitra masa depan, tetapi tidak disebutkan dalam daftar perusahaan yang diumumkan Apple pada acara WWDC 2022.
BACA JUGA:
Pernyataan terdekat dari BMW muncul tak lama setelah pengumuman WWDC 2022, yang seolah menunjukkan sikap hati-hati.
"Saat ini, kami fokus untuk meningkatkan sistem antarmuka pengguna iDrive kami dan, sebagai bagian dari pengembangan ini, akan terus mengintegrasikan ekosistem Apple secara mulus," ujar BMW kala itu. "Bagian penting dari upaya ini adalah evaluasi bagaimana inovasi terbaru yang diumumkan di WWDC dapat diintegrasikan ke dalam solusi kami."
Tiga tahun kemudian, tampaknya kecil kemungkinan BMW masih mengevaluasi CarPlay Ultra. Kecuali jika mereka memang masih melakukannya, BMW sepertinya telah bergabung dengan deretan produsen mobil yang menolak CarPlay Ultra, menganggapnya sebagai langkah berlebihan dari Apple.