Bagikan:

JAKARTA - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mendesak tudingan koruptor danai gerakan 'Indonesia Gelap' dibuktikan.

Hal ini disampaikan Usman menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto ketika menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 20 Juli.

Mantan Menteri Pertahanan itu mengatakan narasi yang berujung aksi demonstrasi itu didanai koruptor.

"Saya sendiri menantang Mabes TNI dan juga Istana untuk membuktikan apa benar memang Indonesia Gelap itu didalangi atau didanai oleh koruptor," kata Usman dalam sebuah acara di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin, 21 Juli.

Usman menilai pernyataan Prabowo tersebut serius dan harus dibuktikan. Sebab, tudingan tersebut seakan merendahkan gerakan mahasiswa dan sipil di Tanah Air yang kerap menyuarakan aksinya.

"Gerakan Indonesia Gelap, Reformasi Dikorupsi, Indonesia Darurat, Peringatan Darurat dan lain-lainnya seluruhnya adalah murni aktivitas mahasiswa dan seluruhnya adalah murni aktivitas mahasiswa dan sejumlah aktivis yang ada dalam organisasi masyarakat sipil," tegasnya.

Lagipula, tudingan tersebut juga dianggap tak jelas jika hanya didasari video pengacara bernama Marcella Santoso yang tersangkut kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) di Kejaksaan Agung.

Diketahui, beberapa waktu lalu Kejaksaan Agung sempat memutarkan video permintaan maaf Marcella yang mengaku membuat narasi negatif terkait Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Presiden Prabowo Subianto. Tapi, dia membantah membuat konten negatif tentang Revisi UU TNI hingga Indonesia Gelap.

"Sebenarnya tidak jelas apa yang dimaksud dengan pemberian dana kepada orang-orang dalam gerakan Indonesia Gelap. Tetatpi kemudian disimpulkan secara terburu-buru oleh pihak Pusat Penerangan Kejaksaan dan diikuti dengan Pusat Penerangan Mabes TNI seolah-olah Gerakan Indonesia Gelap itu adalah gerakan yang tidak murni tapi didalangi, didanai oleh orang yang terlibat dalam kasus korupsi," jelas Usman.

"Apa hubungannya korupsi sawit dengan RUU TNI. Saya kira tuduhan itu, tuduhan yang serius," sambung dia.

Presiden Prabowo dalam pidatonya di Kongres PSI menuding ada koruptor yang menggerakan aksi Indonesia Gelap beberapa waktu lalu. Tapi, dia yakin masyarakat bisa memberikan penilaian pada akhirnya.

"Rakyat Indonesia menangkap siapa pemimpin yang benar dan siapa yang tidak benar. Memang ada usaha tadi, memiliki teknologi, menggunakan uang, menggunakan sosmed, membayar pakar-pakar, nyinyir, menghidupkan pesimisme. Saya geleng-geleng kepala. Ada orang-orang yang berperan sebagai orang pinter, berperan sebagai pemimpin, tetapi yang disebarkan adalah pesimisme," ujar Prabowo saat itu.

"Indonesia gelap, kabur aja deh. Kabur aja lu. Emang gampang lu di situ, di luar negeri? Di mana lu? Lu dikejar-kejar di situ lu," sambung mantan Danjen Kopassus itu.

Lebih lanjut, Prabowo kemudian menyebut gerakan itu direkayasa. Dia yakin ada pihak yang ingin adanya kegaduhan di Indonesia, salah satunya koruptor.

Sebab, Prabowo bilang, para koruptor ingin Indonesia selalu gaduh sehingga bisa mengambil celah.

"Ya, koruptor-koruptor itu yang membiayai demo-demo itu. Indonesia gelap, Indonesia gelap. Sorry ye, Indonesia cerah. Masa depan Indonesia cerah. Saya sudah lihat angka-angkanya, kekayaan kita luar biasa, tinggal kita bisa mengelola atau tidak, tinggal kita berani atau tidak."