Bagikan:

JAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani bertemu dengan sejumlah wakil duta besar (Deputy Chief of Mission/DCM) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jakarta. Pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi dalam upaya penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI).

"Jadi hari ini kita bertemu dengan beberapa DCM dan konjen-konjen yang akan berangkat ke masing-masing negara penempatan. Saya berusaha menyamakan persepsi dengan teman-teman diplomat bahwa pekerja migran itu perlu diurus bersama dan secara kolaboratif," ujar Christina di Jakarta, Senin, 14 Juli.

Christina meminta dukungan para diplomat untuk menjalankan market intelligence di negara tempat mereka bertugas. Hal ini guna mengidentifikasi peluang kerja bagi PMI secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan negara tujuan.

"Dengan koordinasi seperti ini, kami bisa lebih spesifik lagi membidik negara mana, pekerjaan apa yang tepat, dan PMI seperti apa yang bisa ditempatkan. Sehingga target membuka lebih banyak peluang kerja di luar negeri bisa tercapai," lanjutnya.

Wamen P2MI juga mendorong agar para diplomat aktif menggali potensi sektor kerja di luar sektor domestik. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo yang mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam membuka peluang kerja internasional bagi warga Indonesia.

Lebih lanjut, Christina menekankan pentingnya integrasi data antara sistem milik Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Ia menyebut upaya sinkronisasi tengah dilakukan antara sistem Peduli WNI milik Kemlu dengan SiskoP2MI yang dikelola pihaknya.

"Ini sudah berproses. Dalam waktu dekat akan ada penandatanganan MoU antara Menteri Karding dan Menteri Sugiono. Harapannya, kita tahu pasti berapa jumlah WNI, termasuk PMI, di suatu negara. Termasuk penanganan kasusnya akan lebih terpantau, lengkap, dan bisa diakses secara sistematis," jelasnya.

Christina berharap sistem ini mampu mempercepat respon terhadap permasalahan yang dihadapi pekerja migran di luar negeri, sekaligus meningkatkan akurasi pendataan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelindungan WNI di Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari diplomasi ekonomi dan pelindungan yang menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia.

Menurut Judha, sinergi Kemlu dan KP2MI akan memperkuat proses penempatan yang aman dan akuntabel. Salah satunya adalah dengan menerbitkan ketentuan penerbitan job order melalui perwakilan RI di luar negeri.

"Inilah titik awal dari proses penempatan yang lebih aman bagi pekerja migran kita," kata Judha.

Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia dan India, serta Konsul Jenderal RI untuk wilayah Kinabalu, Kuching, San Fransisco, Melbourne, Sydney, Wina, Toronto, dan Ho Chi Minh City.