JAKARTA - Ketua DKPP Heddy Lugito melaporkan total pengaduan pelanggaran kode etik yang telah ditangani lembaganya kepada Komisi II DPR. Heddy mengatakan selama kurang lebih satu setengah tahun DKPP menerima 965 aduan dan menyisakan 64 perkara yang masih dalam proses disidangkan.
"Sebanyak 965 pengaduan sampai tanggal 11 Juli kemarin. Ini selama satu setengah tahun terakhir. Tahun 2024, jumlah pengaduannya mencapai 790. Disidangkan sebanyak 323 perkara dan diputus 234 perkara," ujar Heddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14 Juli.
"Tahun 2025 sampai pada tanggal 11 Juli kemarin, jumlah pengaduan yang masuk ke DKPP sebanyak 175 dan disidangkan, naik sidang 174. Yang sudah diputus 166. Adapun total perkara yang telah diputus selama tahun, dua tahun terakhir, adalah 400 perkara," sambungnya.
Heddy melanjutkan, dengan total penyelenggara yang disidangkan mencapai 1.809 teradu yang menghadapi sidang DKPP, 956 teradu atau 53 persen direhabilitasi.
"Jadi tidak semua penyelanggara pemilu yang disidangkan di DKPP itu diberi sanksi karena banyak pengaduan yang tidak terbukti, mencapai 53 persen, sedangkan teradu yang diberi sanksi sebanyak 763 atau sekitar 42 persen," katanya.
Heddy menuturkan, sanksi terhadap pelanggar beragam. Mulai dari 431 teradu diberikan teguran tertulis dalam peringatan, 6 teradu diberhentikan sementara, 88 teradu diberhentikan tetap.
"15 teradu diberhentikan dari jabatan ketua, 181 teradu diberikan peringatan keras, 34 teradu diberikan peringatan keras terakhir. Dan 8 teradu diberhentikan dari jabatan Koordinator Divisi. Juga ada 87 teradu atau sekitar 44,8 persen yang diberikan ketetapan. Ini karena perkaranya divisi idem atau dicabut ketika masa persidangan," katanya.
Heddy juga melaporkan, dari total 174 perkara yang diregistrasi pada tahun ini, sebanyak 112 perkara telah selesai disidangkan. Sedangkan 64 perkara masih dalam proses persidangan.
BACA JUGA:
"Semoga saya berharap tidak ada lagi pengaduan tapi nyatanya masih terus mengalir setiap hari. Jadi kalau hari ini masih sisa 64 mungkin besok sudah akan tambah lagi," katanya.