Bagikan:

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan pentingnya mewujudkan pemerintahan yang bersih sebagai prasyarat utama bagi Jakarta untuk menjadi kota global yang modern dan tangguh. Hal ini disampaikan Pramono dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 10 Juli.

Menurut Pramono, integritas dan transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kota yang inklusif dan berdaya saing global. Ia menilai menjaga pemerintahan yang bersih bukanlah tugas yang mudah, melainkan ujian berat yang harus dihadapi oleh setiap pejabat publik.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono membagikan pengalaman pribadinya selama berkarier di pemerintahan, termasuk ketika dirinya selama satu dekade menangani Keputusan Presiden (Kepres) dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia mengaku sengaja tidak menginformasikan kepada siapa pun bahwa dirinya adalah pihak yang menyiapkan dokumen Kepres, termasuk soal pengangkatan pejabat.

Langkah itu, menurutnya, merupakan bentuk perlindungan diri dari potensi godaan korupsi yang dapat muncul setiap saat. Bagi Pramono, sekali tergoda, maka selamanya akan berada dalam lingkaran godaan tersebut. Oleh karena itu, prinsip keterbukaan dan sistem yang tertata menjadi hal yang ia tegaskan saat ini kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebagai gubernur, ia menekankan agar seluruh proses pemerintahan dilakukan secara transparan dan sistematis, demi mencegah celah penyimpangan. Ia juga menyadari, dengan status Jakarta sebagai wilayah dengan anggaran tertinggi di Indonesia, potensi godaan untuk melakukan tindak korupsi sangatlah besar.

Pramono menegaskan bahwa sikap waspada terhadap korupsi bukan hanya bentuk pertanggungjawaban profesional, tetapi juga pribadi. Ia menyebut bahwa dirinya selalu membayangkan wajah cucunya setiap kali muncul godaan, sebagai cara untuk mengingatkan diri akan pentingnya menjaga nama baik dan integritas.

Melalui pengalamannya, Pramono mengajak seluruh aparatur pemerintahan di Jakarta untuk sama-sama menjaga integritas, membangun sistem yang kuat, serta menjadikan transparansi sebagai budaya kerja. Ia berharap Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.