Bagikan:

JAKARTA - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyambut hangat kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana Palácio do Planalto, Brasília, Rabu 9 Juli. Dalam pernyataan bersama, Lula memuji kedekatan hubungan Indonesia dan Brasil sebagai dua negara demokrasi besar yang kaya akan keanekaragaman budaya dan hayati.

“Kita adalah dua dari negara demokrasi terbesar di dunia, dengan masyarakat multietnis yang menjunjung toleransi,” ujar Lula.

Lula juga menyambut kehadiran Indonesia di forum BRICS, menyebutnya sebagai momen menyambut “sahabat lama” ke dalam rumah sendiri.

Salah satu sorotan utama dalam sambutan Lula adalah pujiannya terhadap program makan bergizi gratis yang digagas Presiden Prabowo. Program tersebut ditargetkan menjangkau 83 juta penerima manfaat hingga 2029.

“Salah satu inisiatif pemberian makan sekolah terbesar di dunia," sebut Lula.

Brasil, yang memiliki program pemberian makanan sekolah nasional (PNAE), siap berbagi pengalaman teknis untuk mendukung pelaksanaan program Indonesia tersebut

Dalam isu global, Lula mengapresiasi kehadiran Prabowo dalam kelompok persahabatan untuk perdamaian, prakarsa bersama Brasil dan Tiongkok. Ia juga menegaskan kesamaan sikap Brasil dan Indonesia:

1. Mengecam kekejaman terhadap warga Palestina di Gaza.

2. Mendukung pengakuan Negara Palestina dan keanggotaannya di PBB

3. Menyerukan penyelesaian konflik Ukraina secara damai.

Dalam sektor lingkungan, kedua negara sepakat memperjuangkan pendanaan iklim yang adil bagi negara berkembang dan mendirikan Dana Hutan Tropis Abadi untuk memberi insentif pada negara yang menjaga hutan tropisnya.

Lula juga mendorong pembentukan pasar biofuel global untuk mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan dan maritim, dengan standar yang disepakati secara multilateral.

Sementara itu, dalam bidang pertahanan dan sumber daya alam, Brasil menyatakan minat mendalam terhadap beberapa sektor:

1. Kerja sama mineral strategis, terinspirasi dari kebijakan hilirisasi Indonesia

2. Diversifikasi perdagangan, termasuk sektor penerbangan sipil dan daging sapi.

3.Produksi bersama dan transfer teknologi di bidang pertahanan.

Menurut Lula, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Brasil pada 2024 mencetak rekor tertinggi. Indonesia kini menjadi negara tujuan ekspor agribisnis terbesar kelima bagi Brasil.

Ia pun menegaskan komitmen untuk melanjutkan negosiasi CEPA (perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif) antara Indonesia dan blok Mercosur dalam waktu dekat.

"Hubungan kita adalah bukti kedekatan nilai jauh lebih penting daripada jarak geografis," tutup Lula.