JAKARTA - Kremlin mengaku meragukan kebenaran pemberitaan CNN yang melaporkan Presiden AS Donald Trump pernah mengancam akan mengebom Moskow untuk mencegah Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina.
Laporan CNN mengutip rekaman audio Trump yang mengatakan kepada pertemuan pribadi para donor di tengah kampanye pra-pemilunya pada tahun 2024, dia pernah memperingatkan Putin ia akan "mengebom habis-habisan Moskow" jika Rusia menyerang Ukraina.
"Saya tidak dapat mengonfirmasi atau menyangkalnya, meskipun saya ingin. Apakah itu palsu atau tidak, kami juga tidak tahu. Ada banyak berita palsu akhir-akhir ini,” ujar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dilansir Reuters, Rabu, 9 Juli.
Laporan CNN tidak menyebutkan kapan tepatnya Trump dilaporkan menyampaikan pernyataan ancaman tentang pengeboman Moskow kepada Putin.
The Washington Post melaporkan Trump telah berbicara dengan Putin melalui telepon November lalu - setelah ia memenangkan pemilihan presiden tetapi sebelum kembali ke Gedung Putih - dan memperingatkannya untuk tidak melakukan eskalasi di Ukraina. Kremlin menepis laporan panggilan telepon tersebut sebagai "fiksi belaka."
Panggilan telepon pertama yang diakui antara kedua pria tersebut tahun ini terjadi pada 12 Februari.
Trump, yang berjanji akan segera mengakhiri perang di Ukraina, semakin frustrasi dengan Putin dalam beberapa bulan terakhir karena konflik terus berlarut-larut.
BACA JUGA:
Ia mengarahkan kemarahannya kepada pemimpin Kremlin tersebut dalam pertemuan dengan para pejabat kabinetnya di Gedung Putih pada Selasa, dengan mengatakan, "Kami menerima banyak omong kosong dari Putin."
Trump juga mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi tambahan kepada Moskow.
CNN melaporkan Trump juga mengatakan telah menyampaikan peringatan serupa kepada Presiden China Xi Jinping mengenai potensi invasi ke Taiwan, dengan mengatakan kepadanya Amerika Serikat akan mengebom Beijing sebagai balasannya.