JAKARTA - Sebanyak empat wilayah DKI Jakarta masih dikepung banjir pada Senin, 7 Juli, pagi. Hingga kini, banjir masih merendam wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut bahwa terdapat 109 RT di Jakarta yang masih terendam banjir.
"Sampai pukul 06.00 WIB, BPBD mencatat genangan masih terjadi di 109 RT di wilayah Jakarta. Penyebabnya karena curah hujan dan luapan sejumlah kali di Jakarta," ujar Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapustdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan saat dikonfirmasi VOI.
Di wilayah Jakarta Pusat, bencana banjir merendam 17 RT yang berada di Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang.
"Ada 17 RT di Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat masih terendam banjir dengan ketinggian 30 sampai dengan 40 cm. Penyebab karena curah hujan dan luapan Kali Krukut," kata Yohan.
Sementara di wilayah Jakarta Barat terdapat 15 RT yang masih terendam banjir. 4 RT yang terendam banjir diantaranya berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke berketinggian 40 cm. Penyebab karena curah hujan dan luapan Kali Angke.
BACA JUGA:
"Lima RT di Kelurahan Rawa Buaya dengan ketinggian 70 cm dari luapan Kali Angke. Empat RT di Kelurahan Kedoya Selatan dengan ketinggian 30 sampai 60 cm akibat luapan Kali Pesanggrahan," ucapnya.
Di Kelurahan Kembangan Selatan ada 1 RT masih terendam banjir ketinggian 60 cm dari luapan Kali Pesanggrahan.
"Satu RT lainnya juga masih terendam ada di Kelurahan Kembangan Utara. Ketinggian air 30 cm akibat luapan Kali Angke," katanya.
Di wilayah Jakarta Selamat terdapat 30 RT yang terendam banjir, diantaranya 1 RT di Kelurahan Tanjung Barat dengan ketinggian 40 cm akibat luapan Kali Ciliwung.
13 RT di Kelurahan Pela Mampang dengan ketinggian air 30 sampai dengan 150 cm akibat luapan Kali Krukut.
2 RT di Kelurahan Pengadegan ketinggian 30 cm akibat luapan Kali Ciliwung, 7 RT di Kelurahan Rawajati berketinggian 80 sampai 100 cm akibat luapan Kali Ciliwung, 1 RT di Kelurahan Jati Padang berketinggian air 80 cm akibat luapan PHB Sarua.
Kemudian ada 4 RT di Kelurahan Pejaten Timur berketinggian 50 cm akibat luapan Kali Ciliwung dan 2 RT di Kelurahan Kebon Baru berketinggian 35 sampai 70 cm akibat luapan Kali Ciliwung.
Sedangkan di wilayah Jakarta Timur terdapat 47 RT yang masih terendam banjir. Diantaranya ada 14 RT di Kelurahan Bidara Cina berketinggian 180 sampai 210 cm akibat luapan Kali Ciliwung.
2 RT di Kelurahan Cipinang Muara berketinggian 40 sampai dengan 50 cm akibat luapan Kali Sunter. 4 RT terendam 155 cm di Kelurahan Kampung Melayu akibat luapan Kali Ciliwung.
Sebanyak 3 RT di Kelurahan Balekambang dengan ketinggian air 30 cm akibat luapan Kali Ciliwung. 7 RT di Kelurahan Cawang berketinggian 100 cm akibat luapan Kali Ciliwung.
2 RT di Kelurahan Cililitan ketinggian 60 cm akibat luapan Kali Ciliwung. 15 RT ketinggian banjir mencapai 150 cm di Kelurahan Cipinang Melayu akibat luapan Kali Sunter.
Penyebab genangan banjir di Jakarta rata-rata akibat meluapnya debit air dari aliran kali di sekitar lokasi setelah adanya kiriman air dari Katulampa Bogor, Jawa Barat.
Terlebih, hujan deras yang mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya juga menambah volume air yang tak tertampung di sumur resapan dan drainase yang dibangun Pemprov DKI Jakarta.