Bagikan:

JAKARTA - Kecelakaan maut melibatkan truk dan minibus menewaskan 19 orang di Mesir memasuki babak baru. Sopir truk yang ditetapkan jadi tersangka dituding dalam pengaruh narkoba saat insiden terjadi.

Mengutip AP, Rabu 2 Juli, jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung Mesir dalam pernyataannya mengatakan, pengemudi itu memakai narkoba dan mengemudikan truk tanpa SIM yang relevan.

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja Mesir, korban tewas kecelakaan ini terdiri dari 18 remaja perempuan dan seorang pengemudi minibus. Sementara 3 gadis lainnya mengalami luka-luka.

Sidang perdana kasus ini dengan terdakwa sopir truk rencananya akan digelar pada 8 Juli mendatang.

Insiden truk menabrak minibus transportasi umum ini terjadi Jumat pekan lalu di jalan raya Kota Ashmoun, Delta Nil, Mesir. Minibus itu mengangkut para remaja perempuan yang hendak berangkat ke perkebunan anggur lokasi mereka kerja.

Kecelakaan ini juga menjadi buah bibir publik Mesir. Kebanyakaan marah dan mengkritik keras buruknya keselamatan transportasi umum di negara Arab terpadat di dunia itu.

Banyak orang, termasuk oposisi dan anggota parlemen pro-pemerintah, mengecam Pemerintah Mesir dan menuntut pertanggungjawaban. Sebagian besar kritik ditujukan kepada Menteri Perhubungan Mesir, Kamel Al-Wazir. Beberapa dari mereka menyerukan Kamel mengundurkan diri.