JAKARTA - Sedikitnya 30 orang tewas dalam pengeboman yang dilakukan tentara IDF Israel terhadap salah satu kafe tepi pantai di Gaza, Palestina.
Kafe Al-Baqa di Kota Gaza yang sedang dipenuhi wanita, anak-anak dan jurnalis itu dibom satu serangan udara Israel pada Senin waktu setempat.
"Tanpa peringatan, tiba-tiba, sebuah pesawat tempur menghantam tempat itu, mengguncangnya seperti gempa bumi," kata Ali Abu Ateila, yang berada di dalam kafe saat kejadian, dikutip dari AP, Selasa 1 Juli.
Kepala layanan darurat dan ambulans Kementerian Kesehatan di Gaza utara, Fares Awad mengatakan, serangan udara itu membuat 30 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka.
Mengutip Metro UK, Selasa 1 Juli, kafe yang menjadi target bom tentara IDF tersebut merupakan salah satu dari sedikitnya tempat makan yang masih beroperasi selama 20 bulan agresi militer Israel di Gaza.
Kafe itu juga berfungsi sebagai tempat berkumpul bagi warga Gaza yang mencari akses internet dan tempat untuk mengisi daya ponsel mereka di tengah ketiadaaan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan tubuh-tubuh berlumuran darah terluka tergeletak di tanah. Sementara yang terluka dievakuasi sederhana dengan ditutupi selimut.
Salah satu korban yang terbunuh dalam serangan udara Israel menergetkan kafe di Gaza ini adalah jurnalis bernama Ismail Abu Hatab, seorang pewarta foto yang sebelumnya pernah terluka saat meliput agresi Israel di Gaza pada tahun 2023.
Hatab menjadi jurnalis Palestina ke-186 yang dibunuh militer Israel sejak Israel melancarkan agresinya ke Gaza 27 Oktober 2023.
Komite Perlindungan Jurnalis juga mencatat, sebanyak 86 jurnalis Palestina lainnya dipenjara tentara Israel.
Setelah kejadian ini, serangan udara Israel terus berlanjut di Gaza utara, menargetkan setidaknya empat sekolah.