JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) Ibrahim Kalın menggelar pertemuan dengan para pemimpin senior kelompok militan Palestina Hamas pada akhir pekan.
Pertemuan itu difokuskan pada tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza dan upaya untuk mempertahankan gencatan senjata, saat jumlah korban tewas akibat serangan Israel di daerah kantong Palestina tersebut telah melampaui 56.000 sejak tahun 2023.
Di antara mereka yang menghadiri pertemuan tersebut adalah Ketua Dewan Pimpinan Hamas Mohammad Ismail Darwish. Sementara, lokasi pertemuan dirahasiakan.
Sumber keamanan mengatakan pembicaraan difokuskan pada upaya Turki untuk mengakhiri konflik dan "memastikan pengiriman bantuan segera" ke Gaza, dilansir dari Daily Sabah 1 Juli.
Mereka juga berbicara tentang "perlunya mencapai konsensus di antara kelompok-kelompok Palestina selama masa kritis ini (dan) langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai gencatan senjata permanen di Gaza," kata sumber tersebut.
Pertemuan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyuarakan optimisme tentang gencatan senjata antara Israel dan Hamas, dengan mengatakan pada Hari Jumat pekan lalu, hal itu dapat terjadi "dalam minggu depan."
Para mediator telah terlibat dalam negosiasi selama berbulan-bulan yang bertujuan untuk mengakhiri perang genosida Israel selama 20 bulan di Gaza, di mana Israel juga menghentikan semua makanan yang masuk lebih dari dua bulan lalu, yang menyebabkan peringatan akan terjadinya kelaparan.
Sejak itu, Israel telah mengizinkan dimulainya kembali beberapa pengiriman makanan melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza yang kontroversial yang melibatkan kontraktor keamanan AS, dengan pasukan Israel di pinggiran.
BACA JUGA:
Para saksi dan pejabat Gaza telah melaporkan beberapa kejadian di mana puluhan warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel saat mencoba mendapatkan bantuan.
Terpisah, jumlah korban tewas Palestina sejak konflik terbaru pecah di Gaza pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 56.531 orang, sementara korban luka-luka mencapai 133.642 orang, menurut sumber medis di Gaza seperti mengutip WAFA.
Sementara, sejak Israel melanjutkan agresi pada 18 Maret usai gencatan senjata pada Bulan Januari, jumlah warga Palestina yang tewas mencapai 6.203 orang sedangkan korban luka-luka mencapai 21.601 orang.