JAKARTA - Turki berupaya mendapatkan dukungan NATO atas prakarsa kesepakatan damai konflik Ukraina, menurut sumber diplomatik Turki kepada RIA Novosti.
Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengumumkan Turki merencanakan langkah baru dalam proses perdamaian Ukraina, tanpa merinci lebih lanjut.
Dilansir ANTARA dari Sputnik-OANA, Rabu, 25 Juni, Erdogan mengatakan dalam KTT NATO di Den Haag, Turki bermaksud "menjelaskan visi ini" kepada para mitra dan menegaskan itu tidak akan berhenti "sampai perdamaian tercapai."
Pada awal Juni, Erdogan berharap Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dapat bertemu di Turki, seraya menyatakan bahwa Turki akan mengambil langkah -langkah ke arah ini.
Sementara itu, pekan lalu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov berbicara di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) bahwa tanggal untuk putaran baru negosiasi antara Rusia dan Ukraina diharapkan disepakati pada pekan berikutnya.
BACA JUGA:
Putaran kedua pembicaraan Rusia-Ukraina berlangsung pada 2 Juni di Turki. Pertemuan di Istana Ciragan di Istanbul berlangsung lebih dari satu jam.
Para pihak bertukar memorandum tentang penyelesaian konflik. Kepala delegasi Rusia Vladimir Medinsky mengatakan setelah pembicaraan bahwa Rusia dan Ukraina telah menyetujui pertukaran tahanan berskala besar.
KTT NATO yang berlangsung dua hari dimulai di Den Haag pada Selasa.