Bagikan:

JAKARTA - 242 orang penumpang dan kru pesawat Air India tujuan London yang jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari kota Ahmedabad, India, dipastikan tewas.

Pesawat itu jatuh di daerah permukiman, menabrak asrama perguruan tinggi kedokteran di luar bandara saat jam makan siang pada Kamis, 12 Juni. Pesawat itu menuju Bandara Gatwick, di selatan ibu kota Inggris.

Kepala polisi kota G.S. Malik mengatakan kepada Reuters, 204 jenazah telah ditemukan dari lokasi kecelakaan.

Tidak ada laporan korban selamat yang ditemukan. Surat kabar Indian Express melaporkan semua 242 orang di dalam pesawat tewas, mengutip keterangan polisi.

Malik mengatakan jenazah yang ditemukan dapat mencakup penumpang dan orang yang tewas di darat.

Kerabat telah diminta untuk memberikan sampel DNA untuk mengidentifikasi korban tewas, kata sekretaris kesehatan negara bagian Dhananjay Dwivedi.

Puing badan pesawat berserakan di sekitar gedung tempat pesawat itu jatuh, seperti yang terlihat dari foto dan video dari area tersebut. Ekor pesawat tersangkut di atas gedung.

Saluran TV CNN News-18 India mengatakan pesawat itu jatuh di atas ruang makan asrama B.J. Medical College yang juga menewaskan banyak mahasiswa kedokteran.

Penumpang Air India tercatat 217 orang dewasa, 11 anak-anak dan dua bayi.

Dari mereka, 169 adalah warga negara India, 53 adalah warga negara Inggris, tujuh orang Portugis, dan satu orang Kanada, kata Air India.

Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mengatakan pesawat itu adalah Boeing 787-8 Dreamliner, salah satu pesawat penumpang paling modern yang beroperasi.

Itu adalah kecelakaan pertama Dreamliner, yang mulai terbang secara komersial pada tahun 2011, menurut basis data Aviation Safety Network.

Pesawat yang jatuh pada Kamis terbang untuk pertama kalinya pada tahun 2013 dan dikirim ke Air India pada Januari 2014, kata Flightradar24.