JAKARTA - Perdana Menteri India Narendra Modi memerintahkan operasi SAR secepatnya terkait jatuhnya pesawat Air India di Kota Ahmedabad, India. Pesawat mengangkut 242 orang ini jatuh sesaat setelah lepas landas menuju London, Inggris.
Kantor menteri penerbangan India mengatakan PM Narendra Modi memerintahkan untuk memastikan semua dukungan diberikan untuk upaya penyelamatan segera.
Semua lembaga terkait dalam keadaan siaga tinggi dan upaya terkoordinasi sedang dilakukan.
Sedangkan Inggris bekerja sama dengan pihak berwenang India untuk segera mengungkap fakta-fakta seputar kecelakaan itu dan memberikan dukungan kepada pihak yang terlibat.
Di dalam pesawat ada 242 orang yang terdiri dari 217 orang dewasa dan 11 anak-anak. Dari jumlah tersebut, 169 orang adalah warga negara India, 43 orang adalah warga negara Inggris, tujuh orang Portugis, dan satu orang Kanada.
Ahmedabad adalah kota utama di negara bagian asal Modi, Gujarat.
Bandara Ahmedabad menangguhkan semua operasi penerbangan dengan segera. Bandara tersebut dioperasikan oleh konglomerat India, Adani Group.
"Kami terkejut dan sangat sedih dengan tragedi Air India Penerbangan 171," Gautam Adani, pendiri dan ketua grup tersebut, di X.
"Kami turut berduka cita kepada keluarga yang telah menderita kehilangan yang tak terbayangkan. Kami bekerja sama erat dengan semua pihak berwenang dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga di darat," tuturnya.