Bagikan:

JAKARTA - Ratusan Marinir Amerika Serikat tiba di Los Angeles pada Hari Selasa atas perintah Presiden Donald Trump, saat wali kota setempat mengumumkan jam malam untuk beberapa bagian di pusat kota sementara polisi menangkap 197 orang saat protes memasuki hari kelima.

Sebelumnya, Presiden Trump juga telah mengerahkan 4.000 pasukan Garda Nasional untuk meredakan protes di kota itu meskipun ada keberatan dari Gubernur California Gavin Newsom yang menilai pengerahan itu tidak perlu, ilegal dan bermotif politik.

Sekitar 700 Marinir berada di area persiapan di daerah Seal Beach sekitar 30 mil (50 km) selatan Los Angeles, menunggu penempatan ke lokasi tertentu, kata seorang pejabat AS, dikutip dari Reuters 11 Juni.

Menurut pejabat militer, Marinir tidak memiliki kewenangan untuk menangkap dan akan melindungi properti dan personel federal.

Di sisi lain, ada sekitar 2.100 pasukan Garda di wilayah Los Angeles pada Hari Selasa, dan masih banyak lagi yang akan datang, kata pejabat tersebut.

Protes di Los Angeles telah memasuki hari kelima sejak Pemerintahan Presiden Trump meluncurkan serangkaian penggerebekan imigrasi pada Jumat pekan lalu.

protes kebijakan imigrasi di los angeles
Protes kebijakan imigrasi di Los Angeles. (Twitter/@USNorthernCmd)

Para demonstran mengibarkan bendera Meksiko dan negara-negara lain sebagai bentuk solidaritas bagi para migran yang ditangkap dalam serangkaian penggerebekan yang semakin intensif.

Kemarin, polisi menangkap 197 orang, sementara Wali Kota Karen Bass mengumumkan jam malam untuk wilayah seluas satu mil persegi (2,5 km persegi) di pusat kota Los Angeles yang akan berlangsung selama beberapa hari.

Meski begitu, pejabat negara bagian dan lokal menyebut tanggapan Presiden Trump sebagai reaksi berlebihan terhadap demonstrasi yang sebagian besar berlangsung damai.

Dua senator California, Adam Schiff dan Alex Padilla, mengatakan dalam pernyataan bersama, personel militer yang bertugas aktif hanya boleh dimobilisasi di dalam negeri "selama keadaan yang paling ekstrem, dan ini bukan keadaan yang dimaksud."

Presiden Trump, yang menjadikan tindakan keras terhadap imigrasi sebagai isu utamanya, menggunakan pidato penghormatan kepada para prajurit pada Hari Selasa untuk membela keputusannya, dengan mengatakan kepada para prajurit di pangkalan Angkatan Darat di Fort Bragg, Carolina Utara: "Generasi pahlawan Angkatan Darat tidak menumpahkan darah mereka di pantai yang jauh hanya untuk menyaksikan negara kita dihancurkan oleh invasi dan pelanggaran hukum dunia ketiga."

protes kebijakan imigrasi di los angeles
Aparat kepolisian dan Garda Nasional berjaga di Los Angeles. (Twitter/@USNorthernCmd)

"Apa yang Anda saksikan di California adalah serangan besar-besaran terhadap perdamaian, ketertiban umum, dan kedaulatan nasional, yang dilakukan oleh para perusuh yang membawa bendera asing," kata Presiden Trump, seraya menambahkan pemerintahannya akan "membebaskan Los Angeles."

Terpisah, Wali Kota Los Angeles Bass menekankan pada konferensi pers, kerusuhan telah terbatas pada beberapa blok di pusat kota dan ia membedakan antara mayoritas demonstran yang berunjuk rasa secara damai dengan sejumlah kecil agitator yang ia salahkan atas kekerasan dan penjarahan.

Ia kemudian mengatakan pada pengarahan lain, jam malam telah dipertimbangkan selama beberapa hari tetapi memutuskan untuk memberlakukannya mulai Selasa malam setelah 23 bisnis dijarah pada Senin malam.

Dalam apa yang telah menjadi 'ritual' setiap sore, polisi pada Selasa mulai memaksa demonstran menjauh dari jalan-jalan di luar Pusat Penahanan Metropolitan, tempat banyak migran yang ditahan ditahan. Beberapa kelompok demonstran berkelok-kelok melalui pusat kota Los Angeles, diawasi atau diikuti oleh polisi yang dipersenjatai dengan amunisi yang tidak terlalu mematikan.

protes kebijakan imigrasi di los angeles
Aparat kepolisian dan Garda Nasional berjaga di Los Angeles. (Twitter/@USNorthernCmd)

Polisi mengatakan mereka menangkap 197 orang, lebih dari dua kali lipat jumlah total penangkapan di wilayah tersebut sejak Sabtu.

Pemilik usaha di sekitar yang membersihkan grafiti dan menyapu sampah mengatakan, mereka tidak mendukung penggerebekan imigrasi dan merasa tanggapan Presiden Trump hanya akan memperkeruh suasana.

"Saya setuju dengan apa yang dibela para pengunjuk rasa - mereka membela komunitas Latino," kata Frank Chavez (53) manajer salah satu gedung perkantoran.

"Tetapi ada beberapa yang melakukan vandalisme dan kekerasan, dan itu harus dihentikan," tandasnya.

Pada Hari Senin, Negara Bagian California dan Gubernur Newsom meminta Presiden Trump dan Departemen Pertahanan untuk menghentikan pengerahan pasukan federal.

Jaksa Agung California Rob Bonta mengatakan kepada Reuters, negara bagian tersebut khawatir tentang mengizinkan pasukan federal untuk melindungi personel, dengan mengatakan ada risiko yang dapat melanggar undang-undang tahun 1878 yang secara umum melarang militer AS, termasuk Garda Nasional, untuk mengambil bagian dalam penegakan hukum sipil.

"Bagian properti federal yang saya pahami, membela dan melindungi gedung-gedung federal," kata Bonta.

"Tetapi melindungi personel kemungkinan berarti mendampingi agen ICE ke komunitas dan lingkungan sekitar, dan melindungi fungsi dapat berarti melindungi fungsi ICE dalam menegakkan hukum imigrasi," lanjutnya.

Protes kebijakan imigrasi Presiden Trump juga terjadi di kota-kota lain termasuk Chicago, di mana polisi membawa sedikitnya dua demonstran dengan tangan diborgol dari pawai agresif di pusat kota. Demonstran lain berteriak "Malu! Malu!" saat petugas membawa pergi demonstran yang ditahan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan pada Hari Senin, Divisi Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai telah menangkap 2.000 pelanggar imigrasi per hari baru-baru ini, jauh di atas rata-rata 311 per hari pada tahun fiskal 2024 di bawah mantan Presiden Joe Biden.