JAKARTA - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkap permintaan agar Pemprov DKI Jakarta bisa membantu perbaikan fasilitas transportasi umum di wilayahnya agar menjadi lebih memadai.
Dedie berharap kerja sama optimalisasi layanan transportasi antara Jakarta dan Bogor sebagai satu kawasan aglomerasi tidak berhenti pada pengoperasian Transjabodetabek.
Hal ini diungkapkan Dedie kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai peresmian layanan Transjabodetabek rute Bogor-Blok M.
"Ke depan tentu kami juga berharap pelayanannya ditingkatkan, kemudian kerja samanya juga bukan hanya Transjabodetabek. Kami juga ingin sekali mendapatkan bantuan dari DKI untuk bisa juga memperbaiki fasilitas sarana-prasarana transportasi di wilayah Bogor kota dan kabupaten tentunya," kata Dedie di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Juni.
Dari peluncuran Transjabodetabek Bogor-Blok M, Dedie menilai layanan angkutan umum tersebut bisa membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Tol Jagorawi yang kerap terjadi kemacetan.
Sebab, Transjabodetabek Bogor-Blok M bisa menjadi alternatif masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum untuk bermobilitas dari Bogor menuju Jakarta dan sebaliknya.
"Hal ini menjadi jawaban setelah cukup lama, hampir 10 tahun ya. kenapa? Karena jalur Jagorawi ini sudah terlalu padat, sehingga Transjabodetabek ini Insyaallah akan menggantikan mereka yang menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta ke Bogor maupun dari Bogor ke Jakarta," tutur Dedie.
"Jadi dengan demikian, ada harapan Jagorawi di pagi hari itu tidak sepadat sekarang," lanjutnya.
Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan layanan Transjabodetabek rute P11 Bogor-Blok M sebagai koridor ke-14 yang menghubungkan moda transportasi antars Jakarta dan Bogor.
Dalam sambutannya, Pramono menyebut bahwa rute Blok M-Bogor dikenal dengan kode P11. Nama “P” dalam P11 merujuk pada “Pakuwon,” sebagaimana dijelaskan oleh Direktur Utama Transjakarta.
"Ini merupakan jalur yang betul-betul ditunggu-tunggu oleh warga Bogor maupun tentunya warga Jakarta. Karena inilah yang secara langsung menghubungkan Bogor ke Blok M melewati 20 halte. 11 halte ada di Bogor, 9 halte ada di Jakarta," jelas Pramono.
BACA JUGA:
Rata-rata waktu tempuh normal Transjabodetabek P11 diperkirakan mencapai 90 menit, sedangkan pada kondisi lalu lintas padat bisa mencapai hingga 110 menit. Sebanyak 16 unit bus dikerahkan untuk melayani rute ini, dengan waktu tunggu antarbus (headway) sekitar 15 menit.
Adapun rute P11 Bogor menuju Blok M yakni Halte Cidangiang-Mall Bellanova Sentul-Sentul-Simpang Sentul-Pintu Tol Citeureup 1-Cibubur Junction-Pancoran Arah Barat-Tegal Mampang-Rawa Barat-Pasar Santa-Kejaksaan Agung-Blok M Jalur 5.
Sementara, titik pemberhentian Blok M menuju Bogor adalah Blok M Jalur 5-Pasar Santa-Rawa Barat-Pancoran Arah Timur-Pancoran Tugu-Buperta Cibubur-Pintu Tol Citeureup 2-Monumen Pancakarsa-Mall Bellanova Sentul-Terminal Baranangsiang.