JAKARTA - Pejabat Kremlin mengatakan pada Hari Selasa, upaya untuk mencapai penyelesaian guna mengakhiri perang di Ukraina sangat rumit dan tidak tepat untuk mengharapkan keputusan segera, di sisi lain tetap menunggu tanggapan Ukraina terhadap usulan yang diajukan.
Kremlin berkomentar setelah Rusia memberi tahu Ukraina dalam perundingan damai di Turki pada Hari Senin, mereka hanya akan setuju untuk mengakhiri pertempuran jika Kyiv menyerahkan sebagian besar wilayah baru dan menerima pembatasan jumlah tentaranya, tuntutan yang telah berulang kali ditolak Ukraina.
Meskipun menolak usulan tersebut sebelumnya, Ukraina mengatakan akan membutuhkan waktu sebelum menanggapi Rusia secara resmi.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada Hari Selasa, Moskow sedang menunggu tanggapan itu dan kesepakatan yang dicapai dalam perundingan Istanbul mengenai pertukaran tahanan dan jenazah tentara yang tewas akan dihormati oleh Moskow.
"Tema penyelesaian (perdamaian) sangat rumit, terdiri dari sejumlah besar nuansa, dan Anda melihat kemarin teks rancangan nota kesepahaman (perdamaian) yang kami serahkan ke pihak Ukraina," kata Peskov, melansir Reuters 3 Juni.
"Tentu saja, salah jika mengharapkan solusi dan terobosan langsung di sini, tetapi pekerjaan sedang berlangsung, kesepakatan tertentu telah dicapai di Istanbul, dan itu penting," lanjutnya.
"Kesepakatan akan dilaksanakan dan kemudian pekerjaan akan dilanjutkan," tandas Peskov.
Lebih jauh ia mengatakan Rusia dan Amerika Serikat belum menyetujui kontak khusus apa pun di masa mendatang antara Presiden Vladimir Putin dan mitranya dari Donald Trump, tetapi Pemimpin Moskow siap untuk berbagai kontak tingkat tinggi jika dipersiapkan dengan baik.
BACA JUGA:
Namun, Peskov menambahkan ketika ditanya, kecil kemungkinan Presiden Putin, Presiden Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan mengadakan pembicaraan tatap muka bersama dalam waktu dekat.
Ketika ditanya apakah Rusia siap untuk berkompromi pada salah satu proposalnya sendiri untuk penyelesaian, Peskov menolak berkomentar, dengan mengatakan negosiasi harus dilakukan secara tertutup.