JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh para pemimpin Prancis, Inggris, dan Kanada ingin membantu kelompok militan Palestina Hamas setelah mereka mengancam akan mengambil "tindakan konkret" jika Israel tidak menghentikan serangan terbarunya di Gaza.
Kritik yang menekankan pernyataan serupa dari Menteri Luar Negeri Gideon Saar pada Kamis, 22 Mei, merupakan bagian dari perlawanan pemerintah Israel terhadap tekanan internasional yang semakin berat terhadapnya terkait perang di Gaza.
"Anda berada di pihak yang salah dalam kemanusiaan dan Anda berada di pihak yang salah dalam sejarah," kata Netanyahu dilansir Reuters, Jumat, 23 Mei.
Seiring dengan terus mengalirnya gambar-gambar kehancuran dan kelaparan di Gaza, yang memicu protes di berbagai negara di seluruh dunia, Israel berjuang untuk mengubah opini dunia, yang semakin menentangnya.
"Sulit untuk meyakinkan setidaknya beberapa orang, terutama di kubu paling kiri di AS dan di beberapa negara di Eropa, bahwa apa yang dilakukan Israel adalah perang pertahanan," kata mantan diplomat Israel Yaki Dayan.
"Namun, begitulah persepsi di Israel dan menjembatani kesenjangan ini terkadang merupakan misi yang mustahil," katanya.
Pejabat Israel khususnya prihatin dengan meningkatnya seruan bagi negara-negara Eropa termasuk Prancis untuk mengikuti negara lain seperti Spanyol dan Irlandia dalam mengakui negara Palestina, sebagai bagian dari solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik selama puluhan tahun di wilayah tersebut.
Netanyahu berpendapat negara Palestina akan mengancam Israel dan membingkai pembunuhan dua staf kedutaan Israel di Washington pada Selasa oleh seorang pria yang diduga meneriakkan "Bebaskan Palestina" sebagai contoh nyata dari ancaman tersebut.
Netanyahu mengatakan "nyanyian yang persis sama" terdengar selama serangan terhadap Israel oleh Hamas pada 7 Oktober 2023. "Mereka tidak menginginkan negara Palestina. Mereka ingin menghancurkan negara Yahudi," katanya dalam pernyataan di platform media sosial X.
BACA JUGA:
"Saya tidak pernah bisa mengerti bagaimana kebenaran sederhana ini luput dari perhatian para pemimpin Prancis, Inggris, Kanada, dan negara-negara lain," ujar PM Israel.
Netanyahu mengatakan setiap langkah yang diambil oleh negara-negara Barat untuk mengakui negara Palestina akan "memberikan hadiah yang paling besar kepada para pembunuh ini."