JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengutuk penembakan 2 staf kedutaan Israel di luar Musem Yahudi di Washington DC. Kekerasan ditegaskan Trump harus diakhiri.
"Pembunuhan mengerikan di D.C. ini, yang jelas-jelas berdasarkan antisemitisme, harus diakhiri, SEKARANG!" kata Trump dalam pesan di Truth Social dilansir Reuters, Kamis, 22 Mei.
"Kebencian dan Radikalisme tidak punya tempat di AS,” imbuh Trump.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan duka mendalam untuk keluarga korban atas pembunuhan antisemitisme.
"Kita menyaksikan harga yang sangat mahal dari antisemitisme dan hasutan liar terhadap Negara Israel. Fitnah berdarah terhadap Israel meningkat dan harus diperangi sampai akhir," katanya dalam pernyataan.
Sementara Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem menegaskan proses hukum terhadap pelaku hingga tuntas.
"Kami akan membawa pelaku biadab ini ke pengadilan,” katanya lewat unggahan X.
BACA JUGA:
Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter menyebut kedua korban merupakan pasangan kekasih.
"Pasangan yang ditembak mati malam ini akan bertunangan," katanya.
“Pria muda itu membeli cincin minggu ini dengan maksud untuk melamarnya minggu depan di Yerusalem,” sambung Leiter.
Dubes Israel mengaku telah menerima telepon dari Presiden Donald Trump pada Rabu malam, yang menjanjikan dukungan AS dalam memerangi anti-Semitisme.
Korban, seorang pria dan wanita ditembak mati saat keluar dari acara di Museum Yahudi pada Rabu, 21 Mei malam waktu setempat.
Tersangka yang diidentifikasi sebagai Elias Rodriguez berusia 30 tahun dari Chicago, diamankan di lokasi kejadian dan sedang diperiksa.
Wakil Direktur FBI Dan Bongino mengatakan indikator awal menunjukkan penembakan tersebut merupakan "serangan yang ditargetkan."
Setelah penembakan, pejabat mengatakan Rodriguez berusaha memasuki gedung tempat acara berlangsung dan dihentikan oleh petugas keamanan acara.
“Setelah ditahan, ia mulai meneriakkan, ‘bebaskan, bebaskan Palestina’,” kata Kepala Polisi DC Pamela Smith.