Bagikan:

JAKARTA - Orang bersenjata tak dikenal menembak mati seorang mantan politikus Ukraina pada Rabu di luar sekolah di pinggiran kota Madrid.

Andriy Portnov (51) sebelumnya adalah seorang ajudan senior mantan presiden Ukraina pro-Rusia, Viktor Yanukovich, yang digulingkan dalam pemberontakan rakyat tahun 2014.

Polisi tiba di tempat kejadian setelah menerima panggilan pada pukul 9.15 pagi waktu setempat, tentang seorang pria dengan luka tembak di jalan di luar sekolah Amerika-Madrid, di pinggiran kota Pozuelo de Alarcon.

"Beberapa orang menembaknya di bagian punggung dan kepala, lalu melarikan diri ke area hutan," kata seorang sumber Kementerian Dalam Negeri Spanyol dilansir Reuters, Rabu, 21 Mei.

Ketika petugas darurat tiba, mereka menemukan Portnov tewas dengan tiga luka tembak.

Polisi menutup trotoar di luar sekolah dan beberapa ambulans diparkir di dekatnya.

 

Portnov berangkat ke Rusia pada tahun 2014 dan menghadapi penyelidikan di Ukraina atas tuduhan pengkhianatan dan penggelapan.

Ia menjadi sasaran sanksi Uni Eropa, meskipun sanksi dan tuduhan tersebut kemudian dibatalkan.

Departemen Keuangan AS memasukkan Portnov ke dalam daftar sanksinya pada tahun 2021, dengan mengatakan ia telah "membangun hubungan yang luas dengan aparat peradilan dan penegakan hukum Ukraina melalui penyuapan".

Portnov tampaknya tinggal di Madrid setidaknya sejak April 2024 ketika ia menandatangani surat kuasa di ibu kota Spanyol terkait dengan pengalihan properti di Ukraina kepada anak-anaknya, menurut laporan Radio Free Europe/Radio Liberty.