Bagikan:

JAKARTA - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim) merespons pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengaku bisa menggaji Rp10 juta per keluarga di Jakarta jika menjadi gubernurnya.

Menurut Chico, Dedi Mulyadi salah perhitungan bila berasumsi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Jakarta cukup untuk menggaji tiap kepala keluarga yang ada.

"Beliau di situ salah hitung ya, karena kalau Rp10 juta dikali 2 juta warga itu artinya Rp20 triliun sebulan. Sementara beliau mau menggaji Rp10 juta per bulan. Jadi, kalau Rp20 triliun sebulan butuh Rp240 triliun per tahun," kata Chico kepada wartawan, Selasa, 13 Mei.

Namun, Chico menegaskan Pemprov DKI mengapresiasi semangat Dedi Mulyadi untuk membangun daerahnya masing-masing dan khususnya untuk kesejahteraan warga.

"Kami mengapresiasi Kang Dedi sebagai salah satu gubernur terbaik di Indonesia saat ini sama niatnya dengan Mas Pram untuk menyejahterakan warga," ungkap Chico.

"intinya Kang Dedi terlalu bersemangat sehingga sampai salah hitung saja," tambahnya.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) Tahun 2025 di Gedung Sate, Bandung, beberapa waktu lalu, Dedi menghitung APBD Jakarta bisa digunakan untuk menggaji setiap kepala keluarga.

"Jakarta ini Pak, penduduknya di bawah 10 juta, APBD-nya Rp90 triliun. Kalau di Jakarta itu dari 10 juta (penduduk) ada 2 juta kepala keluarga, itu orang Jakarta bisa digaji per kepala keluarga Rp10 juta," tutur Dedi.

Beda halnya dengan Provinsi Jawa Barat. Menurut Dedi, APBD Jabar tak bisa menggaji jumlah penduduknya yang berkali-kali lipat dengan Jakarta.

"Karena Rp10 Juta dikali 2 juta hanya Rp20 triliun. Kalau saya (jadi gubernurnya), bagi. Beda, kalau Jabar 50 juta penduduk," jelas dia.

Selain Jakarta, Dedi menilai hal serupa juga bisa dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur. Sebab, jumlah penduduknya hanya 4 juta dengan perkiraan 1 juta kepala keluarga.

"Kalau 4 juta, saya rata-rata satu rumahnya empat, berarti rumahnya kan cuma 1 juta. Kalau rumahnya cuma 1 juta, kan sebenarnya bagi Kaltim ngasih 5 juta per rumah bisa. Karena satu juta kali 5 juta, Rp5 triliun, artinya masyarakat kaltim untuk sejahtera sangat bisa. Beda dengan Jabar," imbuh Dedi.v