Bagikan:

JAKARTA - Serangan Israel terhadap sekolah yang menampung keluarga pengungsi di Gaza utara menewaskan 13 warga Palestina pada Rabu. Pasukan Israel terus menghancurkan rumah-rumah dan bangunan-bangunan di Rafah.

Dilansir Reuters, Rabu, 7 Mei, petugas medis mengatakan dua serangan menargetkan Sekolah Karama di Tuffah, pinggiran Kota Gaza. Di antara mereka yang tewas adalah seorang wartawan lokal, Nour Abdu, kata media Palestina. Tidak ada komentar langsung dari tentara Israel.

Dua serangan udara Israel terhadap sekolah lain, yang menampung orang-orang terlantar di Gaza tengah, menewaskan 29 orang, termasuk wanita dan anak-anak, pada Selasa, kata otoritas kesehatan setempat.

Militer Israel mengatakan serangan itu menyerang "teroris" yang beroperasi dari pusat komando di kompleks tersebut.

Brigade Al-Qassam, sayap militer kelompok militan Palestina Hamas, mengatakan pada Rabu, para pejuang mereka telah meledakkan ladang ranjau yang telah ditanam sebelumnya yang menargetkan pasukan lapis baja Israel di sebelah timur Khan Younis.

Mereka mengatakan serangan itu menimbulkan korban, diikuti oleh penembakan mortir di daerah tersebut. Di daerah sekitar Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir, penduduk dan sumber Hamas mengatakan pasukan Israel, yang telah menguasai kota tersebut, terus meledakkan dan menghancurkan rumah-rumah dan bangunan.

Pasukan Israel telah mengambil alih wilayah yang luasnya sekitar sepertiga dari Gaza, menggusur penduduk dan membangun menara pengawas dan pos pengawasan di tanah kosong yang digambarkan militer sebagai zona keamanan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Senin serangan yang diperluas terhadap Hamas akan menjadi "intensif" setelah kabinet keamanannya menyetujui rencana yang mungkin mencakup perebutan seluruh Jalur Gaza dan pengendalian bantuan.

 

Pejabat Israel mengatakan Rafah dapat digunakan sebagai zona kemanusiaan baru yang potensial.

Perang dimulai pada 7 Oktober 2023, ketika Hamas menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 orang, menurut penghitungan Israel.

Kampanye Israel telah menewaskan lebih dari 52.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut otoritas kesehatan yang dikelola Hamas, dan menghancurkan sebagian besar Gaza.

Kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengatakan kematian Nour Abdu pada hari Rabu menambah jumlah jurnalis Palestina yang tewas akibat tembakan Israel menjadi 213 orang sejak perang dimulai.