JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan programnya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yakni Sekolah Rakyat. Profil sejumlah calon peserta didik lengkap dengan nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga hingga nama orang tua dan nomor handphone ditayangkan di ruang publik.
Momen ini terjadi saat Prabowo menghadiri acara halalbihalal bersama Purnawirawan TNI AD dan Keluarga Besar TNI-Polri, Selasa, 6 Mei. Ia yang awalnya ingin menyudahi pidatonya kembali bicara soal program yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin.
"Sebelum saya diusir, saya tutup dengan salah satu program kita. Nanti saya akan membangun minimal 100 sekolah berasrama," kata Prabowo seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 7 Mei.
Prabowo bilang program ini di luar negeri, biasanya, untuk anak berprestasi. Tapi, tidak di Indonesia karena targetnya berbeda.
"Sekolah berasrama ini biasanya di negara lain, sekolah berasrama itu adalah untuk yang terpintar. Itu tetap kita lakukan tapi saya akan bangun minimal 100 tiap tahun sekolah berasrama untuk keluarga yang paling tidak mampu," ujarnya.
"Karena saya bertekad untuk memutus rantai kemiskinan. Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak perlu harus jadi tukang becak. Kalau bapaknya susah, tidak punya penghasilan yang cukup, anaknya tidak boleh," sambung eks Menteri Pertahanan tersebut sambil mengacungkan jari telunjuknya di atas podium.
Menurut Prabowo, program ini harus dengan berani dilaksanakan. "Jadi ini konsepnya sedang dikerjakan, insyaallah, bulan Juli mungkin kita buka, mungkin 53-55 kampus pertama," tegasnya.
Selain menggodok konsep secara matang, seleksi peserta didik juga sudah dilaksanakan. Prabowo menegaskan syaratnya adalah harus dari keluarga yang tidak mampu sesuai data dari Kementerian Sosial, Kementerian PAN-RB, dan Badan Pusat Statistik.
Setelah penjelasan ini, kemudian Prabowo minta anak buahnya untuk menampilkan tayangan slide berisi calon peserta didik.
"Saya minta ditayangkan ada berapa calon peserta, bisa kelihatan?" tanyanya.
"Jadi ini, saudara-saudara, kalau anda perhatikan, ini profil calon yang akan masuk jadi peserta didik. Namanya Naila," ujar Prabowo sambil melihat tayangan pada layar yang ada di belakangnya.
Prabowo kemudian membacakan profil Naila dan seorang anak lainnya yang terpampang. Dilihat ada sejumlah data pribadi yang ditampilkan, di antaranya NIK lengkap hingga Nomor KK.
Tak hanya itu, ada juga alamat lengkap, nama ayah dan ibu hingga penghasilan keluarga tersebut serta foto rumah.
"Namanya Naila, orang tuanya penghasilannya kurang dari Rp1 juta padahal jumlah tanggungannya lima orang. Itu rumahnya, itu rumahnya yang di kanan," ungkap mantan Danjen Kopassus itu.
Pada slide berikutnya, turut ditampilkan profil Safik Saputra yang merupakan calon peserta didik. Nomor orang tua atau wali hingga NIK dan nomor KK terpampang meski Prabowo tak membacakannya.
"Saudara-saudara sekalian, rekan-rekan purnawirawan, ini perjuangan kita. Sisa hidup saya, perjuangan saya adalah untuk mengubah nasib Naila-Naila di Indonesia," katanya.
BACA JUGA:
"Kalau ada yang tanya, apa mungkin? Harus mungkin dan kita buktikan bahwa kita akan berusaha sekeras-kerasnya. Hanya dengan keberanian, hanya dengan tekad, hanya dengan keyakinan, dan hanya dengan tekad untuk memimpin suatu gerakan pemerintahan bersih, pemerintah yang antikorupsi, pemerintah yang bisa menyelamatkan kekayaan negara, Naila-Naila akan punya masa depan yang baik," tutur Prabowo bersamaan dengan tayangan slide yang menampilkan data pribadi para peserta calon didik Sekolah Rakyat juga berganti.