JAKARTA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat (Kanwil Ditjenpas Sumbar) terus menggencarkan transformasi citra lembaga pemasyarakatan dari yang sebelumnya dikenal suram menjadi Lapas Produktif yang aktif menghasilkan karya nyata melalui berbagai program pembinaan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sumbar, Marselina Budiningsih, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi program akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, yang wajib dijalankan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, khususnya di wilayah Sumbar.
“Perubahan citra penjara menjadi lapas produktif kami dorong melalui program pembinaan keterampilan dan kepribadian, dengan fokus pada penguatan dan pendayagunaan warga binaan. Hasilnya, mereka mampu memproduksi berbagai produk UMKM unggulan dan mendukung ketahanan pangan lokal,” ujar Marselina dalam keterangan tertulis, Selasa 6 Mei.
Ia menambahkan, saat ini Lapas dan Rutan di Sumbar telah menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Buktinya pada ajang IPPA Fest 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, seluruh produk karya warga binaan dari Sumatera Barat habis terjual. Mulai dari sandal hotel, sandal wanita, sandal kulit pria, bawang goreng, keripik sanjai, jilbab sulam, lukisan dari banner bekas, hingga Salendang Koto Gadang yang dibeli langsung oleh Ibu Menteri Hukum dan HAM,” ungkap Marselina, yang juga mantan Kadivpas Kanwil DKI Jakarta.
BACA JUGA:
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk UMKM hasil karya narapidana telah mendapat tempat di hati masyarakat luas.
Tak hanya pada sektor kerajinan dan kuliner, Kanwil Ditjenpas Sumbar juga menjadikan Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman sebagai proyek unggulan ketahanan pangan. Lapas ini telah berhasil memanen 70 ton ubi kayu dari lahan seluas 7 hektare, dengan pola panen bertahap sesuai permintaan pasar.
“Olahan hasil panen seperti tepung tapioka dan keripik ubi sudah mulai dipasarkan hingga ke wilayah Pekanbaru, Riau. Bahkan, kami merencanakan kegiatan Panen Raya Kacang Tanah dan Ubi Kayu pada 14 Mei 2025 mendatang,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kanwil Ditjenpas Sumbar bersama 26 UPT Pemasyarakatan juga telah menyalurkan 2.274 paket bantuan sosial kepada keluarga warga binaan dan masyarakat kurang mampu di sekitar Lapas dan Rutan.
Berbagai program pembinaan yang dijalankan mencakup sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hingga industri ringan seperti pembuatan sandal hotel. Semua ini merupakan bagian dari upaya Kanwil Ditjenpas Sumbar dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang produktif, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.