Bagikan:

JAKARTA - Pakistan melakukan uji coba rudal kedua dalam tiga hari, sementara India telah memerintahkan beberapa negara bagian untuk melakukan latihan keamanan, karena kekhawatiran meningkat negara tetangga tersebut dapat terlibat konfrontasi atas serangan mematikan di Kashmir.

Dilansir Reuters, Selasa, 6 Mei, Moody's memperingatkan kebuntuan tersebut dapat menghambat reformasi ekonomi Islamabad karena negara-negara besar dunia menyerukan agar tetap tenang.

Hubungan antara negara-negara bersenjata nuklir itu memburuk sejak orang-orang bersenjata menewaskan 26 orang pada tanggal 22 April dalam serangan yang menargetkan wisatawan Hindu di Kashmir India, serangan terburuk terhadap warga sipil di India dalam hampir dua dekade.

India menuduh Pakistan terlibat. Islamabad membantah tuduhan tersebut tetapi mengatakan bahwa mereka memiliki informasi intelijen bahwa New Delhi bermaksud untuk segera melancarkan aksi militer terhadapnya.

Kedua negara telah menutup perbatasan darat mereka, menghentikan perdagangan, dan menutup wilayah udara untuk maskapai penerbangan masing-masing. Dilaporkan terjadi baku tembak senjata ringan di perbatasan Kashmir.

Kementerian dalam negeri India meminta beberapa negara bagian untuk melakukan latihan keamanan tiruan pada tanggal 7 Mei untuk memastikan kesiapan sipil, sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters pada Senin.

Mereka tidak mengatakan negara bagian mana atau menyebutkan Pakistan atau Kashmir.

Latihan tersebut akan mencakup sirene peringatan serangan udara, rencana evakuasi, dan pelatihan orang untuk menanggapi jika terjadi serangan, sambung sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Sebelumnya, militer Pakistan mengatakan telah menguji rudal permukaan-ke-permukaan seri Fatah dengan jangkauan 120 km (75 mil), dua hari setelah peluncuran rudal balistik permukaan-ke-permukaan Abdali yang berhasil dengan jangkauan 450 km. Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengatakan peluncuran uji coba yang berhasil "menunjukkan dengan jelas pertahanan Pakistan berada di tangan yang kuat".

Menteri Informasi Attaullah Tarar mengatakan kepada wartawan tidak ada saluran komunikasi yang terbuka dengan India saat ini.

Wilayah Kashmir di Himalaya terletak di jantung permusuhan selama beberapa dekade, membuka tab baru antara India yang mayoritas beragama Hindu dan Pakistan yang Islamis, yang keduanya mengklaimnya secara penuh tetapi menguasainya sebagian.

India menuduh tetangganya mendukung separatis Islam yang memerangi pasukan keamanan di wilayahnya. Pakistan mengatakan bahwa mereka hanya memberikan dukungan diplomatik dan moral bagi warga Kashmir yang menginginkan penentuan nasib sendiri.