JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjanjikan tokoh buruh menjadi pahlawan nasional, tak terkecuali Marsinah.
Pernyataan ini disampaikannya saat berpidato di peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Mei. Awalnya, Prabowo mengaku dapat pertanyaan soal tidak adanya pahlawan nasional dari kelompok buruh.
"Saudara-saudara atas usul dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh buruh, mereka sampaikan ke saya, 'kenapa sih, pahlawan nasional enggak ada dari kaum buruh'," kata Prabowo dalam sambutannya di hadapan ribuan buruh yang turun aksi.
Mendengar pertanyaan ini, Prabowo mengaku sudah meminta usulan dari pemimpin kelompok buruh. "Saya tanya ada saran enggak," ujarnya menceritakan lagi momen tersebut.
"Coba kalian berembuk dan usulkan pahlawan dari kaum buruh," sambungnya.
Eks Menteri Pertahanan RI ini kemudian menjawab para pimpinan kelompok buruh yang diajaknya berdiskusi telah memberikan nama. "Bagaimana kalau Marsinah? Marsinah jadi pahlawan nasional," kata dia.
Mendapat jawaban ini, Prabowo mengaku menyerahkan kepada kelompok buruh. Jika semua sepakat, dia tak ragu untuk memberikan dukungan.
"Saya akan mendukung Marsinah menjadi pahlawan nasional," tegasnya yang kemudian disambut tepuk tangan massa buruh.
BACA JUGA:
Sebagai informasi, Marsinah merupakan aktivis dan buruh pabrik pada era Orde Baru. Dia diculik kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari.
Jasadnya ditemukan di hutan di wilayah Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur dan ditemukan tanda penyiksaan.
Marsinah lantas menerima penghargaan HAM Yap Thiam Hien secara anumerta pada 1993. Kisah hidupnya juga sering kali diangkat dalam berbagai karya sastra dan seni peran.