Bagikan:

JAKARTA - Erupsi kembali mengguncang Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Minggu pagi, dengan kolom abu membumbung hingga 1.000 meter di atas puncak.

Petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh, melaporkan letusan terjadi pada pukul 08.37 WIB. Asap abu vulkanik yang berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut mengarah ke barat. Aktivitas erupsi ini terekam di alat seismograf dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 3 detik.

Menurut catatan PGA Gunung Marapi, sepanjang periode 1 hingga 27 April 2025, gunung berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut ini telah mengalami 16 kali letusan, dengan ketinggian kolom tertinggi mencapai 1.500 meter.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam analisisnya menyatakan bahwa sepanjang 1 hingga 16 April 2025, status Gunung Marapi tetap berada pada Level II atau Waspada. Meski demikian, mereka mencatat aktivitas kegempaan cenderung menunjukkan peningkatan dalam dua pekan terakhir.

Dalam evaluasi tersebut, PVMBG merinci aktivitas kegempaan yang terjadi, di antaranya delapan kali gempa letusan atau erupsi, 125 kali gempa hembusan, satu kali gempa tornillo, 17 kali gempa vulkanik dangkal, sembilan kali gempa vulkanik dalam, 37 kali gempa tektonik lokal, satu gempa terasa, serta 41 kali gempa tektonik jauh.

PVMBG juga menyoroti tren peningkatan aktivitas, di mana jumlah gempa hembusan melonjak dari 40 menjadi 125 kali, dan jumlah gempa letusan meningkat dari empat menjadi delapan kali dibandingkan dua pekan sebelumnya.

Sebagai tindak lanjut, PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat. Warga, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati area dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi diingatkan untuk waspada terhadap ancaman lahar hujan, terutama pada musim penghujan. Bila terjadi hujan abu, penduduk disarankan untuk memakai masker demi menjaga kesehatan saluran pernapasan.