JAKARTA - Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan konklaf atau pemilihan paus baru biasanya diwarnai dengan diskusi maupun lobi-lobi. Tapi, dia memastikan proses itu bebas dari praktik suap.
"Pasti ada lobi-lobi, diskusi, dan sejauh dapat saya dengar, masing-masing nanti diberi kesempatan untuk bicara mengenai masa depan gereja Katolik macam apa yang akan dibangun bersama-sama dan akan dipimpin oleh paus yang terpilih," kata Kardinal Suharyo kepada wartawan yang dikutip pada Selasa, 22 April.
Dengan adanya diskusi ini, sambung Suharyo, harapannya paus yang terpilih nantinya mempunyai gambaran tentang arah kepemimpinan gereja ke depan. Dia juga bilang tidak ada rebutan kekuasaan dalam proses tersebut.
"Tidak ada rebutan kekuasaan, tidak ada suap menyuap di situ pasti. Semua kita percaya, umat katolik percaya bahwa ini semua dalam bimbingan Roh Kudus," tegasnya.
"Nah, Roh Kudus itu akan membimbing gereja seperti apa dalam diskusi bahkan dalam pemungutan suara. Jadi ini bukan pemungutan suara seperti pemilihan umum," sambung Suharyo.
BACA JUGA:
Adapun konklaf akan dilaksanakan pada hari ke-15 setelah Paus Fransiskus meninggal dunia. Proses ini akan dilaksanakan secara tertutup dan diikuti oleh Kolegium Kardinal yang merupakan para pejabat tertinggi Gereja.
Saat ini terdapat 138 dari 252 kardinal di seluruh dunia yang berusia 80 tahun dan memenuhi syarat untuk dipilih maupun memilih.
Diberitakan sebelumnya, Paus Fransiskus yang merupakan pemimpin Gereja Katolik Roma pertama dari Amerika Latin meninggal dunia dalam usia 88 tahun. Ia belum lama ini keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan akibat serangan pneumonia ganda yang serius.
Paus dirawat di Gemelli Hospital, Roma, Italia pada 13 Februari dan diperbolehkan pulang pada 23 Maret.
"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," Kardinal Kevin Farrell mengumumkan di saluran TV Vatikan, melansir Reuters 21 April.
"Pukul 7.35 pagi ini Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa," lanjut pengumuman itu.