JAKARTA - Bulan Sabit Merah Palestina pada Hari Senin menyerukan "penyelidikan serius" atas pembunuhan 15 pekerja bantuan di Gaza bulan lalu, sehari setelah militer Israel mengakui "kegagalan profesional" dan mendisiplinkan dua perwira atas insiden tersebut.
Kepala Bulan Sabit Merah Palestina Younish Al-Khatib mengatakan, dia tidak menganggap tindakan yang diambil oleh militer Israel, yang menegur seorang perwira dan memecat yang lain dari jabatannya, sebagai tindakan yang cukup.
"Ini terlihat seperti manajemen sebuah perusahaan yang mengambil tindakan administratif terhadap karyawannya yang melakukan suatu kesalahan," katanya kepada Reuters, seperti dikutip 22 April.
"Ketika Anda membunuh 15 staf medis dan personel pertahanan sipil, ini tidak bisa disebut sebagai ‘tindakan’," tegasnya.
"Harus ada pertanggungjawaban yang tepat dan penghentian impunitas yang telah diterima begitu saja oleh Israel selama bertahun-tahun," tambah Al-Khatib.
Sebelumnya, militer Israel pada Hari Minggu mengatakan, anggota unit pasukan khusus di Gaza telah melakukan sejumlah kesalahan dalam tiga insiden terpisah pada tanggal 23 Maret, di mana mereka menembaki ambulans, truk pemadam kebakaran dan kendaraan PBB.
Militer Israel mengeluarkan teguran resmi kepada seorang komandan brigade, sementara seorang wakil komandan batalion yang berada di lapangan ketika insiden itu terjadi akan diberhentikan dari jabatannya, karena dianggap gagal secara profesional dan melanggar perintah, serta gagal melaporkan insiden tersebut secara lengkap.
Setelah awalnya mengatakan tentara menembaki sejumlah kendaraan tak bertanda yang mendekati posisi mereka, militer mengonfirmasi kendaraan tersebut ditandai dengan jelas sebagai kendaraan darurat.
Namun, penyelidikan menemukan tentara tersebut tidak dapat melihat dengan jelas dalam kegelapan.
Kantor advokat jenderal militer sekarang dapat mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk kemungkinan tindakan pidana terhadap tentara tersebut, kata militer.
Pembunuhan pekerja bantuan tersebut menuai kecaman di seluruh dunia, meningkatkan tekanan pada militer untuk mengklarifikasi apa yang telah terjadi dan meminta pertanggungjawaban dari mereka yang bertanggung jawab.
BACA JUGA:
Al-Khatib mengatakan, penyelidikan militer Israel yang dipimpin oleh mantan Mayor Jenderal Yoav Har-Even tidak sesuai dengan keseriusan insiden tersebut, yang menambah jumlah korban lebih dari 400 pekerja darurat dan kesehatan Palestina yang tewas dalam konflik tersebut, termasuk 44 dari Bulan Sabit Merah.
"Kami tidak menganggapnya sebagai penyelidikan yang tepat," kata Al-Khatib, mendesak penyelidikan internasional yang independen.
Di sisi lain, ia mengatakan Bulan Sabit Merah akan terus bekerja di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.