Bagikan:

PAPUA - Bupati Yahukimo Didimus Yahuli mengapresiasi upaya aparat TNI-Polri mengevakuasi pendulang emas di wilayahnya yang menjadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Saya sangat mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan personel TNI-Polri yang telah mengevakuasi korban-korban terutama yang meninggal hingga akhirnya dimakamkan di Dekai," kata Bupati Didimus, Rabu 16 April, disitat Antara.

Bupati Didimus menyampaikan untuk kondisi jenazah pendulang emas yang tidak memungkinkan untuk diterbangkan ke kampung halamannya maka disepakati akan dimakamkan di Dekai.

Terkait izin usaha pertambangan (IUP) yang berada di wilayahnya, Bupati Didimus mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo tidak memiliki wewenang. Itu karena izin usaha pertambangan hanya bisa diterbitkan Pemerintah Provinsi atau Pusat.

"Pemda Yahukimo tidak berwewenang untuk menertibkan ataupun pengeluaran izin pertambangan, karena itu menjadi wewenang provinsi dan pusat," tuturnya.

Dia pun berharap polisi dapat mengungkap lebih jauh terutama terkait penyerangan.

Saat ini aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan penyisiran untuk menemukan para pendulang emas yang menjadi korban pembunuhan KKB di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Hingga saat ini tercatat 15 jenazah sudah dimakamkan, terdiri dari 14 di Dekai dan satu di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Mereka merupakan para pekerja di area tambang Kawe, Papua Pegunungan.