JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan retret kepala daerah gelombang tiga berpeluang dilakukan. Sebab, 24 daerah harus melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Oh iya nanti. Setelah PSU ada lagi (retret ketiga, red). Tapi kan itu di ujung, karena waktunya belum pasti,” kata Bima kepada wartawan di rumah dinas Ketua MPR Ahmad Muzani, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 2 April.
Bima belum mau bicara banyak soal retret gelombang ketiga itu. Dia bilang pihaknya kekinian masih masih fokus melaksanakan retret kepala daerah gelombang kedua yang pastinya bakal digelar dalam waktu dekat usai lebaran.
“Oh ya ini segera. Begitu masuk ini harus secepatnya karena memang setelah lebaran,” tegas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
BACA JUGA:
Adapun lokasi untuk retret kepala daerah gelombang kedua, bisa saja dilakukan di tempat lain. Karena pesertanya tidak akan terlalu banyak.
“Lokasinya bisa di Magelang atau bisa di tempat lain. Ada opsi tempat-tempat lain. Tapi tentunya karena pesertanya tidak sebanyak angkatan pertama,” ujar Bima.
Konsepnya, sambung dia, juga akan menyesuaikan kebutuhan para kepala daerah. “Karena perlu teman-teman yang belum dapat pembakalan ini juga menyamakan frekuensi tentang program-program prioritas pemerintah,” jelas Bima.
Sebagai pengingat, pemerintah melaksanakan retret kepala daerah gelombang pertama di Lembah Tidar, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah pada Jumat, 28 Februari selama lima hari. Kegiatan ini diikuti 494 dari 503 orang kepala daerah untuk mendengarkan pembekalan dari pemerintah pusat.