JAKARTA – Seorang pria bernama Abdul Rohim yang viral karena meminta Tunjangan Hari Raya (THR) dalam keadaan mabuk di sebuah tukang cukur di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, akhirnya meminta maaf setelah diamankan pihak kepolisian.
Dalam pernyataannya di hadapan polisi dan korban, Abdul Rohim mengaku menyesal atas perbuatannya dan memastikan bahwa dirinya bukan bagian dari organisasi masyarakat (Ormas) yang sempat disebut dalam video viral tersebut.
"Saya Abdul Rohim, pelaku dalam video viral yang mengatasnamakan Ormas FBR. Saya pribadi mohon maaf sebesar-besarnya kepada para korban dan Ormas FBR," ujar Abdul di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu, 26 Maret 2025.
Abdul juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.
"Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," tambahnya.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nurma Dewi, mengatakan kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi antara pihak terkait.
"Pihak korban dan pelaku telah mencapai kesepakatan damai, serta dibuat surat pernyataan dan perdamaian dari pelaku," jelas Nurma.
BACA JUGA:
Viral Pria Mabuk Minta THR
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria berbaju kuning yang meminta THR kepada tukang cukur di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan dalam kondisi mabuk.
Dalam video tersebut, pria itu mengaku berasal dari salah satu Ormas dan meminta “ketupat Lebaran” atau uang THR.
Tukang cukur yang dimintai uang sempat mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang diminta, lalu menyindir apakah pria tersebut juga akan meminta THR ke kantor polisi (Polres).
"Kenapa ke sini aja?" tanya tukang cukur.
"Ke semuanya," jawab pria tersebut.
"Ke Polres juga?" lanjut tukang cukur.
"Iya, semuanya," timpal pria itu.
Video tersebut langsung mendapat banyak perhatian warganet, hingga akhirnya pihak kepolisian turun tangan dan mengamankan pelaku. Dengan adanya penyelesaian damai ini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Caption: Pelaku menggunakan Baju belang-belang menyampaikan permintaan maaf di Polres Metro Jaksel/IST