JAKARTA - Kremlin mengatakan moratorium Rusia terhadap serangan terhadap infrastruktur energi di Ukraina tetap berlaku meskipun ada laporan tentang serangan Ukraina yang terus berlanjut terhadap target infrastruktur energi Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia sedang memantau situasi. Amerika Serikat disebut dapat melakukan hal yang sama dan mengambil kesimpulan sendiri.
Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat dalam panggilan telepon dengan mitranya dari AS Donald Trump pada pekan lalu untuk mengamati gencatan senjata 30 hari pada target energi Ukraina.
"Sejauh ini, belum ada perintah lain dari presiden," kata Peskov ketika ditanya apakah Rusia bermaksud mempertahankan moratoriumnya atau tidak dilansir Reuters, Senin, 24 Maret.
"Angkatan bersenjata kami mengikuti semua instruksi dari panglima tertinggi, tetapi tentu saja kami memantau situasi dengan sangat cermat. Para lawan bicara kami dari Amerika juga dapat memantau situasi dan menarik kesimpulan yang tepat,” sambung Peskov.
BACA JUGA:
Kyiv yang menuduh Rusia melanggar moratoriumnya mengatakan mereka perlu menandatangani dokumen resmi untuk menangguhkan serangannya sendiri, sesuatu yang belum terjadi.
Petugas pemadam kebakaran bekerja keras selama lima hari guna mencoba memadamkan kebakaran di depot minyak di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, yang dipicu minggu lalu oleh serangan pesawat tak berawak yang oleh pihak berwenang disalahkan pada Ukraina, kata pemerintah daerah.