JAKARTA - Perdana Menteri Kanada yang baru Mark Carney menyerukan pemilihan umum dadakan pada tanggal 28 April. Carney menegaskan dirinya membutuhkan mandat yang kuat untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Presiden AS Donald Trump.
“(Trump) ingin menghancurkan kita sehingga Amerika dapat menguasai kita,” kata Carney dilansir Reuters, Senin, 24 Maret.
Pernyataan tersebut menunjukkan sejauh mana hubungan antara AS dan Kanada, dua sekutu lama dan mitra dagang utama, telah memburuk sejak Trump mengenakan tarif pada Kanada dan mengancam akan mencaploknya sebagai negara bagian ke-51.
Setelah dilantik sebagai perdana menteri pada 14 Maret, Carney mengatakan dia dapat bekerja sama dengan dan menghormati Trump. Namun, pada Minggu, PM Kanada ini mengambil pendekatan yang lebih agresif.
"Kita menghadapi krisis paling signifikan dalam hidup kita karena tindakan perdagangan Presiden Trump yang tidak dapat dibenarkan dan ancamannya terhadap kedaulatan kita," kata Carney.
“Respons kita harus membangun ekonomi yang kuat dan Kanada yang lebih aman. Presiden Trump mengklaim bahwa Kanada bukanlah negara yang sebenarnya. Ia ingin menghancurkan kita sehingga Amerika dapat memiliki kita. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi,” ujarnya.
Gedung Putih tidak segera menanggapi pernyataan Carney.
Trump pada tanggal 6 Maret menunda tarif sebesar 25% untuk beberapa barang Kanada selama 30 hari. Sejak itu, ia telah mengenakan tarif pada impor baja dan aluminium dan mengancam tarif timbal balik pada barang-barang tambahan, termasuk produk susu dan kayu Kanada, pada 2 April.