Bagikan:

JAKARTA  - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tiba di Norwegia pada Kamis untuk kunjungan resmi setelah melakukan perjalanan ke Finlandia. Perjalanan ini dilakukan Zelenskyy di tengah upaya diplomatik intensif untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Zelenskyy usai berbicara dengan Presiden AS Donald Trump, mengatakan penghentian serangan energi dalam perang tersebut dapat dilakukan dengan cepat, tetapi memperingatkan Ukraina akan menanggapi dengan cara yang sama jika Moskow melanggar ketentuan gencatan senjata terbatas.

Zelenskyy dan Trump sepakat pada Rabu, 19 Maret, untuk bekerja sama guna mengakhiri perang Rusia dengan Ukraina, dalam apa yang disebut Gedung Putih sebagai panggilan telepon selama satu jam yang "fantastis".

Seperti negara-negara Nordik dan Baltik lainnya, Norwegia adalah pendukung setia Ukraina.

Pada tanggal 6 Maret, pemerintah Norwegia mengatakan akan menambah dua kali lipat dukungan keuangannya kepada Kyiv tahun ini, menjadi 85 miliar crown ($8,03 miliar) dari rencana yang disetujui pada November sebesar 35 miliar crown.

"Norwegia mendukung Ukraina," kata Perdana Menteri Jonas Gahr Stoere dilansir Reuters, Kamis, 20 Maret.

"Saya menantikan diskusi yang baik tentang bagaimana Norwegia dapat memberikan dukungan terbaik bagi Ukraina baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” sambungnya.

Jens Stoltenberg, yang hingga Oktober menjabat sebagai kepala NATO dan sekarang menjadi menteri keuangan Norwegia, akan mengadakan pertemuan dengan delegasi Zelenskyy bersama dengan pejabat Norwegia lainnya.

Norwegia adalah satu-satunya negara Eropa yang dapat membiayai peningkatan dukungan bagi Ukraina dari kasnya sendiri, bukan dari utang, karena negara ini merupakan rumah bagi dana kekayaan negara terbesar di dunia, dengan aset sebesar $1,8 triliun.

Dana kekayaan Norwegia telah mengalami peningkatan pendapatan dari penjualan gas ke Eropa sebagai akibat dari invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.