Bagikan:

JAKARTA - Warga Suriah memperingati hari jadi pemberontakan untuk pertama kalinya sejak jatuhnya rezim Assad.

Acara memperingati pemberontakan di Suriah yang ke-14 ini digelar pada Sabtu 15 Maret melalui aksi demonstrasi di ibu kota Damaskus dan kota lainnya di negara tersebut.

Aksi demonstrasi di Lapangan Umayyah, Damaskus juga menjadi yang pertama setelah bertahun-tahun penindasan Suriah di bawah kepemimpinan Assad. Lapangan tersebut dahulu digunakan sebagai titik kumpul pendukung Assad.

Sementara di Homs, Idlib dan Hama, hari jadi pemberontakan digelar lewat aksi demonstrasi yang mengangkat seruan "Suriah menang!" 

Qader Al-Sayed, 35 tahun, peserta demonstrasi di Idlib, mengatakan perayaan utama hari jadi pemberontakan di Suriah berpusat di Damaskus. 

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan," katanya, dikutip dari AFP, Minggu 16 Maret.

Adapun perang saudara di Suriah telah berkecambuk bertahun-tahun. Berawal dari aksi demonstrasi damai yang diikuti ribuan massa memprotes pemerintahan Assad pada 15 Maret 2011. Aksi damai itu berujung kericuhan merembet jadi perang sudara imbas tindakan represif aparat.

Acara memperingati hari jadi pemberontakan di Suriah untuk pertamankalinya sejak pemerintah Assad runtuh pada 8 Desember 2024 oleh beragam aliansi pemberontak yang dipimpin oleh kaum Islamis.

Ahmed Al-Sharaa, memimpin kelompok Islamis Hayat Tahrir Al-Sham yang mempelopori serangan pemberontakan tersebut, telah ditunjuk sebagai Presiden Suriah sementara.

Pada Kamis pekan ini, Sharaa menandatangani deklarasi konstitusional yang mengatur masa transisi lima tahun pemerintahan Suriah di bawah kepemimpinannya sebelum konstitusi permanen diberlakukan.