Bagikan:

JAKARTA - Banjir yang merendam kawasan Cililitan, Jakarta Timur, tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga, tetapi juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar bagi pedagang setempat. Salah satunya adalah Adi, pemilik warung kelontong di Kolong Flyover Kalibata, Jalan Raya Kalibata, RW 07, Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Adi mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi pada Selasa, 4 Maret 2025, membuatnya mengalami kerugian besar. Warung kelontong yang baru ia buka tiga bulan lalu itu terendam air hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp 18 juta dalam satu hari.

"Terendam rokok di dalam kardus di dalam warung dan sembako. Kerugian rokok yang tinggi, kalau sembako kerugian sekitar Rp 5 juta. Yang banyak itu dari rokok, total Rp 18 juta," kata Adi kepada VOI, Selasa, 11 Maret.

Adi mengaku sempat menyelamatkan beberapa barang dagangannya, terutama rokok yang disimpan di etalase warung. Namun, sebagian besar rokok dan sembako yang disimpan dalam kardus tidak berhasil dievakuasi sebelum banjir menggenang.

Yang membuat Adi kaget, banjir kali ini berbeda dari biasanya. Meskipun wilayah tempatnya berjualan terletak di dataran yang lebih tinggi, air tetap meluap dan merendam warungnya.

"Baru 3 bulan jualan di sini. Tidak tahu kalau akan banjir. Di sini tergenang hari Senin, 3 Maret, tapi air hanya sebatas depan warung. Hari Selasa, 4 Maret, air baru masuk setinggi etalase sekitar 1 meter," jelasnya.

Selain kerugian materi, Adi kini harus memikirkan cara agar warungnya tetap bisa beroperasi dengan normal. Dirinya berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk mencegah banjir serupa terjadi di kemudian hari, terutama di kawasan yang rentan tergenang air seperti tempatnya berdagang.

"Kalau bisa, ada tindakan supaya kami di sini nggak kebanjiran lagi. Kalau begini terus, kami yang usaha kecil juga yang rugi," tutup Adi dengan nada pasrah.