JAKARTA - Kapal yang akan mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang telah dikerahkan ke zona pencarian di Samudera Hindia.
Pada Desember 2024, Malaysia setuju untuk melanjutkan pencarian Boeing 777 yang membawa 227 penumpang dan 12 awak ketika hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014.
Namun Malaysia belum menandatangani kontrak untuk mencari puing-puing di dasar laut, sehingga menimbulkan ketidakpastian apakah pencarian telah dimulai.
Saat dihubungi oleh Reuters, perusahaan eksplorasi AS Ocean Infinity, yang melakukan pencarian terakhir pesawat tersebut yang berakhir pada tahun 2018, mengatakan pihaknya tidak memiliki informasi untuk diberikan pada tahap ini.
Menteri Transportasi Anthony Loke mengatakan Malaysia belum menandatangani kontrak dengan Ocean Infinity.
Namjun dia menyambut baik “keproaktifan” perusahaan tersebut untuk mengerahkan kapalnya ke daerah tersebut untuk memulai pencarian.
“Karena Ocean Infinity sudah mulai mengerahkan kapalnya, tentu kami menyambut baik karena kami sudah memberikan persetujuan prinsip agar pencarian dilanjutkan dan tinggal menyelesaikan kontraknya,” kata Loke dalam konferensi pers dilansir Reuters, Rabu, 26 Februari.
Namun, pencariannya tidak akan bersifat terbuka. Ada jangka waktu tertentu yang diberikan untuk kontraknya.
“Ini adalah rincian yang perlu kami selesaikan sebelum kami menandatanganinya,” sambung Loke.
Data pelacakan kapal Refinitiv menunjukkan salah satu kapal Ocean Infinity, Armada 78 06, mulai melacak pada Minggu di bagian selatan Samudra Hindia, sekitar 2.000 km (1.200 mil) di lepas pantai barat Australia.
BACA JUGA:
Proposal Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian akan memperluas area pencarian sebelumnya sebesar 15.000 km persegi (5.790 mil persegi) dalam upaya yang berlangsung selama 18 bulan, dengan periode Januari hingga April menawarkan waktu terbaik, kata Malaysia pada bulan Desember.
Tidak ada lokasi pasti dari area pencarian baru yang diberikan pada saat itu.
Ocean Infinity "sangat yakin bahwa area pencarian saat ini lebih kredibel. Ini adalah area yang mereka lewatkan di masa lalu," tambah Loke.