JAKARTA - Inggris akan menghentikan sebagian bantuan bilateral ke Rwanda dan menjatuhkan sanksi diplomatik lainnya terhadap Kigali atas perannya dalam konflik di negara tetangga Kongo.
Rwanda menghadapi tekanan global atas tuduhan mereka mendukung kelompok M23 yang sejak Januari menguasai sebagian besar wilayah Kongo timur termasuk kota Goma dan Bukavu, serta cadangan mineral berharga.
Kigali membantah mendukung kelompok tersebut namun mengatakan pasukannya bertindak untuk membela diri melawan kelompok musuh yang berbasis di Kongo.
Pernyataan dari pemerintah Inggris mengatakan Inggris akan mengambil tindakan sampai ada kemajuan signifikan dalam mengakhiri permusuhan dan penarikan seluruh Pasukan Pertahanan Rwanda dari wilayah Kongo.
Hal ini mencakup penghentian kehadiran tingkat tinggi pada acara-acara yang diselenggarakan oleh pemerintah Rwanda; membatasi aktivitas promosi perdagangan dengan Rwanda; dan menghentikan bantuan keuangan bilateral langsung kepada pemerintah Rwanda, tidak termasuk bantuan kepada kelompok termiskin dan paling rentan.
BACA JUGA:
Pernyataan itu mengatakan Inggris juga akan berkoordinasi dengan mitra mengenai potensi sanksi baru, menangguhkan bantuan pelatihan pertahanan di masa depan ke Rwanda dan meninjau izin ekspor untuk Angkatan Pertahanan Rwanda.
"Rwanda mungkin punya masalah keamanan, tapi penyelesaian masalah ini secara militer tidak bisa diterima. Hanya ada solusi politik terhadap konflik ini," kata juru bicara pemerintah Inggris dilansir Reuters, Selasa, 25 Februari.
“Kami mendorong Kongo untuk terlibat dengan M23 sebagai bagian dari dialog inklusif. Kami akan terus meninjau kebijakan kami,” imbuhnya.