JAKARTA - Armada angkatan laut Turki kembali mendapatkan kapal perang baru, kali ini dua fregat Kelas Istif yang dikembangkan dalam proyek MILGEM dengan dilengkapi beragam teknologi dan persenjataan, pada Bulan Januari lalu.
"Para penjaga tangguh Tanah Air Biru bertemu dengan laut!" cuit Kepala Kepresidenan Industri Pertahanan (SSB) SSB Haluk Görgün dalam cuitan di X, dikutip dari Daily Sabah 20 Februari.
"Di bawah koordinasi Kepresidenan Industri Pertahanan kami dan kemitraan TAIS dan STM, fregat Kelas ISTIF MILGEM kami, IZMIR (F-516) dan IZMIT (F-517), diluncurkan ke laut," kata Görgün.
Kedua kapal perang yang memiliki kandungan lokal lebih dari 80 persen ini merupakan kelanjutan dari pengiriman kapal pertama di kelas ini, TCG Istanbul (F-515)
Fregat TCG Istanbul milik Turki memasuki inventaris Komando Angkatan Laut negara tersebut dalam sebuah upacara yang diadakan pada Januari lalu.
"Setelah pengiriman sebelumnya, Kapal Fregat Kelas ISTIF TCG ISTANBUL (F-515), kapal-kapal nasional ini akan mewakili kekuatan dan tekad bangsa kita di lautan dunia dengan tingkat kandungan lokal lebih dari 80 persen dan teknologi tinggi," kata Görgün.
TCG Izmir adalah fregat kelas Istif kedua yang diproduksi di Galangan Kapal Anadolu berdasarkan perjanjian yang ditandatangani antara STM dan TAIS pada 20 Januari 2023.
TAIS didirikan oleh para pemilik galangan kapal terkemuka di Turki untuk menawarkan solusi ahli dan inovatif dalam pembuatan kapal angkatan laut, sementara STM (Defense Technologies Engineering) adalah salah satu kontraktor teknologi dan pertahanan domestik terkemuka.
Dengan bobot 3.000 ton, panjang 113,2 meter (371,4 kaki) dan lebar 14,4 meter, TCG Izmir dan TCG Izmit merupakan fregat kedua dan ketiga dari kelompok kelas Istif, sedangkan TCG Içel (F-518) akan menjadi yang keempat.
"Kapal-kapal ini, yang akan digunakan Angkatan Laut kami, akan memperkuat kemandirian kami di laut dengan pengetahuan teknik nasional kami dan akan membawa kemampuan pertahanan kami ke tingkat berikutnya," kata Görgün lebih lanjut.
Di tengah kontrak pengembangan selama 36 bulan, kedua fregat tersebut direncanakan akan dikirim ke Angkatan Laut pada periode 2026-2027.
Dikutip dari Defence Security Asia, kapal ini mampu berlayar hingga 5.700 nautical miles dengan kecepatan maksimal 29 knots.
Untuk persenjataan, fregat Kelas Istif dilengkapi dengan beragam persenjataan, mulai dari senjata utama 76 mm Super Rapid naval gun, rudal ATMACA, rudal pertahanan udara HISAR hingga peluncur torpedo.
BACA JUGA:
Kapal ini juga dilengkapi dengan dek lepas-landas dan hanggar untuk mengakomodasi helikopter S-70B Seahawk atau kendaraan udara tak berawak (UAV).
Fregat Kelas İstif dirancang untuk operasi multi-peran, termasuk perang anti-kapal selam (ASW), pertahanan udara, perang permukaan, serta patroli dan pengawasan maritim.
Fregat ini juga dilengkapi dengan teknologi siluman untuk meminimalkan penampang radar, sehingga meningkatkan kemampuan bertahan dan efektivitas tempur di lingkungan operasional.